Skip to content

Blender Posts

Jika Rindu

Jika rindu menyapaku

Ingin kusambut dengan sebait harapan

Antara aku dan dirimu

Kala kita bersama dengan semilirnya angin malam

 

Jika rindu datang padaku

Membawa sedikit kenangan serta harapan

Mengingatkan akan masa dimana aku dan kamu saling merajut asa

Membawa semua keindahan yang terjadi antara kita

 

Jika rindu ingin menetap bersamaku

Maka tak kusambut dengan gembira

Karena dia rasa yang sementara, Kadang tinggi kadang rendah

Kadang bergelora kadang surut dan tenggelam

 

Jika rindu ingin pergi meninggalkanku

Izinkan aku berterima kasih padanya

Tentang hari-hari indahku bersamanya

Tentang kenangan-kenangan yang tercipta

 

Jika rindu membenciku

Maka aku ingin menegaskan padanya

Bahwa kita tak lagi sama

Tak lagi menuju tujuan yang sama

 

Jika rindu tak bahagia berjumpa denganku

Aku akan selalu berbahagia ketika dihampirinya.

 

AESP

 


Anak jaman now

Tadi itu sekitar jam setengan 11an, kebetulan dapet tugas dari pak bos buat nimbang sawit. Biasanya tu jam 9an udah dateng tukang nimbangnya, tapi ini eh malah kok ya lama juga. Sambil disambi nunggu ketemu sama mas2 yang biasa manen tempat bapak, dia cerita banyak hal dari mulai gimana penyakit darah tingginya yang ndak kelar sembuh, sampek ngebandingin beberapa nasehat dokter seng rodok aneh dan beda. Bukankah mereka satu ilmu, tapi kok ya beda2, gitu kata dianya.

Beliau juga menceritakan tentang kondisi anak2 muda yang ada sekarang, dan kenapa anak2 ketika lulus SD sebaiknya disekolahkan diluar daerahnya, yaitu dijawa, ini bukan karena tegaan tetapi karena demi kebaikan mereka juga. Karena, menurut dia lingkungan disini udah mulai gak sehat untuk didik anak, kalo kita berusaha didik bener2 tapi tidak begitu dengan yang lainnya. Tentunya ini bakal jadi polemik yang bahkan mungkin bisa jadi ajang salah2an antara orang tua, ya benar, yang satu nyalahin yang lain.

Dan lucunya pasti gak bakal mau disalahin. Menurut dia, anak2 disini pergaulannya sulit untuk dikendalikan, mereka ketika dirumah bisa kita bimbing dan kita arahkan, tapi lain halnya jika mereka sudah keluar dari rumah. Waduhhh, bakal bebas sebebasnya, ini dia lihat dari fakta banyak anak2 kecil yang udah main2 terut sawitan, trus mangani komik, Ra mejaji blasss. Komik loooo, diombeee.

Trus solusinya mungkin harus tega buat ditempatkan ditempat yang bener-bener bagus pendidikannya. Ya semoga dengan solusi beliau masalah bakal clear kan ya.

Akhirnya mas2 tukang nimbang itu datang setelah lama ditunggu, ada yang menarik ketika mereka kerja sambil ngobrol mengenai kondisi anak2 mereka. Sedikit bakal gue ceritain:

Cerita Bapak A;

Beliau ini punya anak laki-laki, yang mungkin secara pergaulan dia bener gitu dan ndak aneh-aneh, bahkan ketika lulus SD beliau mau mondok langsung ke f6, nah disini dilihat mungkin karena kemauan yang keras, anak tersebut bahkan tanpa diminta langsung daftar sendiri, gak dibantu orang tua, tentunya orang tua seneng banget kan ya, anaknya mau mondok, bangga tentunya, karena setidaknya meskipun ndak bisa member kebutuhan harta berlebih, melihat anaknya semangat belajar tentu ada rasa tersendiri yang muncul, rasa yang mungkin belum pernah ada sebelumnya, rasa bangga luar biasa.

Nah, ternyata harapan orang tua tidak begitu mulus, 4 bulan anaknya di pondok dia minta pulang dengan alasan dia tidak betah.

Dari cerita ini sebenernya udah keliatan mirisnya yakk, karena ternyata tidak semua orang bisa konsisten dengan pilihan yang diambilnya. Mungkin ini sama seperti aku dulu yang pindah kos, kalo udah kehilangan sebuah barang, karena menurutku, tempat tinggal yang kita gak bisa nyimpan barang-barang kita dengan nyaman itu gak banget, bahkan gak bisa jadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.

Dari sini kita tahu, bahwa punya prinsip serta komitmen itu penting, karena ketika kita tak memilikinya, kita bukan hanya merugikan diri kita sendiri, melainkan bakal merugikan orang lain juga. Contohnya, si Bapak tadi, beliau udh membayar semua biaya sekolah sang anak, tapi nyatanya, sang anak malah tak bisa memenuhi janji yang dia buat sendiri.

Cerita Bapak B;

Nah, kalo yang ini sebenarnya cerita sebelum nimbang, beliau cerita mengenai ada gitu anak2 yang baru kelas 5 SD dan hamil, gue udah tau si, cuman ini semacam ingin dibukakan mengenai fakta yang telah lama pudar, iya anak SD udah hamil, dan menurut beliau sang laki2 itu baru kelas 1 SMP, bentar-bentar, dulu perasaan gue kelas 1 SMP itu masih pada main kelereng deh, masih pada main lompat tali, main gateng. Ini udah “Hamil“, mungkin ini adalah efek teknologi yang begitu berkembang tanpa diiringi oleh adanya pengawasan dari orang tua.

Nah, biar ndak kejadian seperti ini lagi, sebaiknya orang tua mulai awas terhadap anaknya;

  • Jangan percaya begitu saja dengan apa yang mereka katakan, cobalah selidiki lebih lanjut, kemana mereka izin pergi, dengan siapa saja.
  • Cobalah sekali cek isi hape-hape mereka, lihat, adakah konten2 yang negatif atau tidak, kalo perlu kunci aplikasi-aplikasi yang bisa memunculkan bahaya yang berlebih, semacam: browser, facebook, ig, dll.

Mungkin ada yang berpendapat kurang bebas anaknya, ataupun kasian dong mereka jadi gaptek, please dehhh, anak2 itu belum butuh hal2 itu, buat apa? belajar? enggak, faktanya gadget itu bikin mereka jadi males belajar, Tapi kalo buat “Pamer“, ini yang bakal payah.

Trus kan gadget bisa membantu dalam belajar, ini lain lagi, karena memang ada beberapa hal yang menyangkut dengan gadget dan bikin anak2 jadi lebih tertarik, tapi mereka perlu juga diarahkan kan yaa, misalnya buat memperkuat hafalan Qur’an, bisa gunakan aplikasi, jadi mereka dengan mudah akses. Belajar perkalian, pembagian, bahkan membaca bisa dibantu dengan gadget, tapi perlu dipastikan bahwa ini juga benar-benar digunakan dengan baik. Karena jangan sampai kita akan menyesal dikemudian hari, inget loo anak SD “HAMIL”, si anak itu paling baru umur belasan tahun kan ya, gak lama itu looo, Waspadalah waspadalah.

Mungkin soal pergaulan antara laki2 dan perempuan, lebih baik di jaman dulu, dari cerita kedua bapak tersebut juga terselip sebuah cerita bagaimana dahulu jaman mereka mengenal lawan jenis, tidak ada istilah pacaran. Yang mereka lakukan adalah semacam drama gitu;

Misalnya, kalo seorang ibu suka terhadap laki2 maupun perempuan beliau akan meminta anaknya untuk mengantar sayur kerumah sang sosok yang disukai, ada yang diminta bantu2 cuci piring. Lucu, tapi ya itu lebih berkesan dan jelas. “Eh itu sianak rajin ya cuci piringnya, Eh itu anak rajin ya kerjanya”. Tak satupun tertulis, “Eh dia ganteng ya”, ataupun “Eh dia keren ya”.

Dan hasilnya, rumah tangga tangguh, yang kuat diterjang badai apapun. Pengen gakkk???

Tapi ya mungkin kan “Dulu lain ama sekarang”, karma gue karena sering ngomong gitu ke bapak dulu.

Sebagai bonus tak kasih beberapa gambar seru kan yaaa:

 

 

 

Udah cukup herann???

 

Oleh Andriyas Efendi, dikamar sambil denger lagu “Dulu aku suka padamu, dulu aku memang sukaaa”

30-September-2017


Internet cepat dan unlimitednya udah ada, lalu?

Tinggal didesa memang tidak senyaman dan semudah didesa, berbagai sarana dan fasilitas yang biasanya dengan mudah kita temukan dikota gakkan bisa kita dapatkan didesa. Apatah lagi kalo desa kita itu jauh banget dari kecamatan maupun kabupaten, wuihhh jangankan internet, jalan yang berbukit dan berbatu pun selalu akan kita temui, dan semacam sudah jadi takdirnya bahwa tak ada batu dan lobang, maka takkan ada yang namanya desa.

Beberapa waktu lalu aku udah pindah dari kota, tepatnya sejak bulan 4 akhir tahun ini, entah itu karena konflik tak terselesaikan, maupun dilema terhadap gaya hidup yang dijalani, akupun milih balik ketempat aku dibesarkan, Sungai kuning, desa penuh rindu yang berkali-kali kutinggalkan tetapi tetap setia menungguiku untuk kembali lagi padanya.

Didesa ini udah ada operator yang bisa buat internetan, bahkan udah 4g, tapi ya gitu selain masih berkuota, internetnya itu mahal amiiirrr, dengan penghasilan yang mulai gak nentu gini, bakalan rempong tenan nek terus bergantung sama internet berkuota seng larang. Iseng-iseng coba cari penyedia internet lainnya, yang unlimited dan murah, tapi tentunya after salenya juga bagus. Dan entah dari siapa dulu awalnya tapi akhirnya nemu ini http://fajartechnology.net/

Coba cari-cari alamatnya, akhirnya nemu juga, proses pemasangan yang bisa dikatakan gak ribet, cuman memang kudu sabar dan ngerti keadaan, karena selain jaraknya desa dengan titik mereka itu ya gak dekat, tapi cukuplah bisa dipastikan bahwa internet bisa dipasang. Denger kabar kalo udah bisa aja udah seneng banget itu mah, setelah urus ini itu dan bayar biaya pemasangan akhirnya terpasang sudah internet ini dirumah.

Awal-awal penggunaan internet memang ada problem, tetapi problemnya bukan karena jaringannya yang buruk, melainkan ada petugas lain yang kerjanya gak profesional, jadinya agak terganggu.

Gimana sekarang? Sudah hampir 2 minggu ini internet udah lancar banget, jarang mati, dan internetnya udah gak putus2. Bahkan sekarang speednya itu kalo dipake untuk youtube-an, bisa berlebih-lebih.

Sekarang internet udah, tinggal yang lainnya nih, yang sepertinya harus segera dikejar. Harus mulai teratur dan semangat. Hokya hokyaaa,,,


Lembaran Baru

Kisah lama telah terjadi, lembaran lembaran kehidupan mulai tertata, baik dengan rapinya atau bahkan berantakan tak beraturan. Sepertinya sudah saatnya bagiku untuk kembali memulai semuanya lagi. Tinggalkan yang lama, ambil baiknya, lalu coba kembali membuka hati ini untuk sesuatu yang baru. Karena kertas-kertas masa lalu itu sudah mulai pudar, dan mulai luntur, jadi harus diganti dengan kertas yang baru, bukanlah meninggalkannya melainkan aku harus menulis kembali lembaran hidupku, agar lebih menjadi manusia yang mampu berkembang dan tidak berhenti ditengah jalan saja.

Belakangan ini tersirat didalam benakku, kalo sudah saatnya aku memulai semuanya, mempersiapkan semuanya, menjadikan semuanya langkah awal untuk memulai sebuah kisah yang begitu abstrak. Kisah yang tak diketahui akan seperti apa, rahasia masa depan, rahasia semua yang akan terjadi padaku. Aku harus mulai menyiapkannya.

Lalu apa ni yang harus aku lakukan, iseng-iseng nyari di Mbah Google, Hasil pencarian pertama langsung menunjukkan Lagunya Ibu Desy Ratnasari “Lembaran Baru”, Wehh ini kok serem ya, dengerin lagunya, tonton videonya.

Dari videonya aja kayaknya sedikit memberikan tips kan ya, langkah yang seharusnya dilakukan ketika memulai membuka lembaran baru. Sepertinya harus gue lakukan ini, biar tidak terjadi kegagalan-kegagalan seperti sebelumnya. Timbun semuanya dalam-dalam, agar dia tidak tersiksa dengan kenangan-kenanganku dikala itu.

Semoga lembaran baru kali ini tak lagi menorehkan luka.

Ditulis di Sungai Kuning, desa kecil yang luas, diisi oleh balutan-balutan rindu yang harumnya semerbak sepanjang jalan desa. Oleh, Andriyas Efendi 22 Agustus 2017 21:36


Lama tak berjumpa, apa kabar?

Satu demi satu rangkaian peristiwa terlibat dalam diri kita, ada yang membawa hal positif, tetapi banyak juga yang negatif. Layaknya air yang mengalir, terkadang menghadapi hambatan yang tidak kecil yang menjadikannya harus menyimpang dari jalur yang seharusnya. Begitupun aku, disini entah berbagai macam peristiwa yang udah terjadi beberapa waktu ini. Membuatku tak bisa menuliskannya dengan detail, entah itu karena terlalu pahit, atau bahkan sudah tidak peduli lagi terhadapnya.

Apa kabar? kalimat pembuka setiap pertemuan dengan seseorang yang sudah lama sekali tanpa ada kabarnya, jangankan menemuinya sekedar menatapnya dalam rindupun sudah tidak pernah lagi dilakukan. Seperti layaknya debu yang beterbangan yang meskipun berpindah dari satu tempat ketempat lainnya, dia seperti tak pernah lagi mengenal dari mana dia berasal. Begitu juga ketika kita sudah merasa tidak peduli terhadap seseorang, tidak lagi menginginkannya, tidak lagi merindukannya, dan bahkan semacam tak lagi menjadikannya dia seorang yang pernah singgah dalam hidup kita. Tiba-tiba, kita bertemu dengannya, lantas semacam entah tak tahu lagi siapa dia, dan merasa pangling(orang jawa), apa iya dia yang pernah kukenal?

Sepertinya sudah cukup ya opening galaunya, ok jadi gini, kan beberapa waktu yang lalu aku ketemu dengan temen2 yang udah lama banget gak komunikasi, karena kebetulan inikan lagi banyak2nya temen yang nikah, so jadinya temen2 yang hilang itu tiba2 bermunculan kembali. Jadinya, ya gitu, dia dia yang dahulu kenal kita, akrab dengan kita, bahkan bagian hidup kita, satu demi satu mulai kembali membuka lembaran-lembaran kisah kita semua yang kalo di ceritakan dan dituliskan mungkin bisa jadi sebuah kalimat yang tak berujung dengan kenangan.

Lalu, pas ketemu itu kadang ngerasa agak aneh sedikit, iya sedikit, kita semacam bukan teman lama, melainkan ya semacam baru kenal aja gitu, jadinya kita kok malah canggung, bingung mau mulai dari mana, mau dibawa kemana gitu hubungan kita selanjutnya. Nah, berbagai macam cara bahkan strategi digunakan agar kita bisa kembali akrab dengannya. Cara-caranya itu yang kadang entah kenapa kok kayaknya beda-beda ya tiap orangnya, ini yang unik dan sometimes, bikin kita pusing 8x keliling, iseng-iseng coba nyari apa iya bertanya kabar temen kita itu memang cara terbaik, atau sebenarnya ada cara yang lain yakkk. Ok, kita riset sekarang.

Cari Topik pembicaraan

Mulailah cari bahan apa yang kira-kira perlu kita bahas dengannya, kita bisa ceritakan apa aja yang udah kita lakukan, dan bahas bersama dengannnya, atau coba cerita tentang keadaan yang terjadi disekitar kita. Jika kita bertemu dengannya ketika momen kondangan, mungkin kita bisa sama ngomongin si mantennya, siapa mereka, dapet jodoh darimana, n seperti apa, sehingga pembicaraan kita nantinya bisa lebih luas, gak hanya sekedar aku dan kamu, melainkan bisa melebar kemana-mana. Bahkan, kita juga bisa bicarain tentang hobi masing-masing, dan bisa jadi dari situ kita bisa nemu sebuah titik temu yang bisa bikin kita makin dekat lagi dengan mereka.

Siapin jawaban pertanyaan

Kalo ini si, biasanya udah pada  nyiapin kan ya, pertanyaannya standar, apa kabar, pergi sama siapa, kerja apa, tinggal dimana, udah nikah belum, atau bahkan bisa lebih serem lagi. Jangan lupa, coba tambahkan pertanyaan untuk keluarganya, ayah ibunya, adek kakaknya, sehingga lebih personal, dari sanalah kita bisa memulai untuk semakin dekat lagi dengannya. Usahakan menjauhi hal-hal yang kemungkinan tidak disukai, semacam pertanyaan kenapa putus sama dia, atau kenapa belum menikah. Hal-hal itu berpotensi menimbulkan konflik diantara kalian.

Nostalgia masa lalu

Coba ingat kembali masa-masa yang lalu, berikan dia kenangan kenangan indah ketika bersamanya, hal-hal iseng yang pernah dilakukan dengannya. Hal ini bisa mengingatkan kita lagi bahwa ternyata kita pernah akrab dengannya. Dan ini adalah sebuah strategi yang bagus banget, apalagi kalo buat ngajakin dia balikan.

Berikan dia kesempatan bercerita

Perlu diketahui, kita dan teman lama kita itu sedang proses membiasakan diri kembali, janganlah kamu saja yang bercerita panjang lebar tentang pengalamanmu, coba berikan dia jeda sehingga dia bisa mencoba menceritakan kisah hidupnya sendiri. Karena memang bisa saja mereka akan selalu mendengarkanmu, tetapi akan sayang sekali bukan, kamu jadi gak tau apa2 tentang mereka kan ya.

Siapkan mental jika bertemu dengan mantan terkasih

Huuuuiiihhh, lagi-lagi ini dia yang perlu strategi khusus. Inilah sebenarnya resiko dekat dengan dia yang begitu kita kenal, bahkan bisa jadi sahabat baik kita, karena ketika kita sudah berpisah, kebanyakan mereka tidak akan bisa lagi seperti dahulu. Lalu, sikap dewasa sangat diperlukan untuk menangani masalah yang satu. Cobalah untuk bersikap biasa saja, gak perlu terlalu benci, ataupun terlalu ngarep, anggap saja kita seperti teman biasa, gak perlu terlalu ramah, gak perlu juga terlalu cuek, bersikaplah sewajarnya saja. Ini tujuannya bukan bikin dia nyesel udah ninggalin kita, tapi kita lebih menegaskan bahwa keputusan kita ini adalah keputusan terbaik, dan kita bahagia dengannya.

Nah itulah tadi sedikit tips yang sebenarnya sedikit banyaknya sering saya lakukan, beberapa bahkan sering sekali saya lakukan, karena meskipun mungkin akan sangat canggung, tetapi itu sedikit banyaknya membantu sekali dalam hal berkomunikasi dengan masa lalu.

Diselesaikan dikamar gelap gulita, dengan hape yang celentang-celentung*, oleh Andriyas Efendi, 22 Agustus 2017 21:11 WIB

*Akhirnya ada yang hubungi saya


Tersendiri

Tersendiri

Rintik hujan membasahi bumi
Bunyi tik tik tik mengiringi hadirmu
Disertai dengan gemuruh angin kencang
Serta suara deru yang menderu langit-langit bumi

Aku terhadir sendiri didalam perenungan kamarku
Menatap cukup sayu layar-layar yang menyala-nyala
Menulis berbaris-baris kata
Demi menampilkan apa yang dirasa dalam jiwa

Jurang pemisah antara diriku dan dirimu hanyalah rindu
Rindu, 5 huruf yang tak terasa selalu muncul dalam kalbu
Menatapmu dalam-dalam di setiap kesendirianku
Seterang rembulan yang menghiasi malam-malamku

Aku tergugu sendiri menatap indahnya langit malam hari
Berjuta bintang menghiasi kertas langit
Titik demi titik terlihat melalui bayang-bayang cahaya
Membentuk garis lingkaran yang hampir muncul separuhnya

Tetiba terasa ada rasa yang telah lama tak terasa
Seperti keringnya tanah-tanah yang mulai berdebu
Membasahi tiap kekeringan didalam diri
Menanti tiap detik akhir penantiannya

AESP


Dalam rindu, aku cemburu

Kata telah terucap
Keputusan telah diambil
Aturan telah berlaku
Kisah juga telah sirna

Tapi percikan rindu itu
Masih tetap ada
Muncul ketika ku duduk
Terdiam, menatap bayang2 kosong

Semut-semut itu perlahan merayap didinding
Mencari sesuatu yang bisa dijadikannya alat penyambung hidup
Tak pernah mengingat kemana dia akan pulang
Yang dilakukannya hanya berusaha

Secercah nama selalu terngiang dikepala
Seolah memanggil-manggil dia sang pemilik nama
Aku merasa gagal, cemburu, kenapa nama yang seharusnya aku ingat
Sama sekali tak terngiang dikepala

Seolah diri ini lupa darimana berasal
Serta untuk apa dijadikannya diriku ini
Yang terngiang hanya kenangan
Yang teringat hanya lembaran masa lalu

Dan yang selalu terindukan
Hanyalah Dirimu….

9 Januari 2017


Selamat tinggal

Ucapan kalimat perpisahan ataupun selamat tinggal selalu saja menjadi sebuah keganjalan untuk disampaikan. Disamping tak ada kalimat-kalimat yang tepat ucapan perpisahan itu begitu kaku untuk diucapkan, dan pastinya akan selalu menjadi sebuah momen yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang. Tak terasa, sekarang sudah berada diujung tahun 2016, saat tulisan ini dibuat tepatnya malam Jum’at dan mungkin ini adalah malam Jum’at terakhir di tahun ini.

Entah mengapa setiap malam Jum’at, rasanya ada sesuatu yang mengganjal, seperti kehilangan sesuatu dan mungkin merindukan dirinya yang entah berada dimana, karena akupun tak mengerti dengan semua ini, apakah ini benar rindu, atau hanya sekedar rasa tak ikhlas yang lama kelamaan kok malah jadi sebuah penyakit, ya penyakit yang seolah menggerogoti isi hati ini. Terkadang disaat kuterduduk maupun termenung, selalu saja terlintas sejenak namamu, manis senyummu serta tingkah laku dirimu yang meskipun sedikit yang kutahu tetapi begitu membenak didalam fikiran.

Saat kupandangi langit hitam, ada beberapa bintang yang selalu dan tetap bersinar, dan saat itupun aku terkadang mengingatmu dan semua kenangan yang ada pada dirimu. Rasanya, malam-malamku tak lagi sama dengan malam-malam lainnya, apa ini yang dikatakan ketidakikhlasan, atau seolah diri ini belum rela akan kepergiannya?

Kutatap layar monitorku dengan begitu fokusnya, meskipun sepertinya tubuh ini sudah mulai berontak dan memintaku untuk segera terlelap menikmati indahnya malam dalam balutan mimpi yang terkadang terkesan nyata. Beberapa hari ini cuaca di pekanbaru mulai tidak menentu, pagi hari rasanya begitu cepat, tau-tau setelah shubuh eh udah jam 6 aja, beda banget waktu aku dijawa kemarin, lama banget rasanya menuju siang itu, duhhh sungguh kumerindukan kota kelahiranku itu. Ingin segera rasanya kembali kesana lagi.

Kutulis ini bukan karena aku tak menginginkanmu lagi, tapi semua sudah berlalu, janjiku dan janjimu sudah menjadi janji palsu semata. Semua rencana dan keinginan kita itu hanya bualan semata. Tak ada lagi rasa optimis, tak ada lagi harapan yang kita tautkan dalam doa kita, yang kita renungkan setiap kita berusaha dan yang setiap saat kita usahakan.

Aku dan kamu kini sudah seperti tiada apa-apa lagi, karena memang mungkin dipenghujung tahun ini, kita memulai untuk lebih menjadi diri kita sendiri, mencoba mengikhlaskan dan mencari lagi tentang kemana kapal yang bernama hati ini akan berlabuh. Layaknya setiap pergantian tahun, setiap orang memiliki harapan dan keinginan yang ingin dicapainya lagi, itu agar menjadikannya lebih semangat lagi dalam menghadapi kenyataan hidup ini yang perlu usaha ekstra untuk selalu memiliki apa yang kita inginkan.

Selamat tinggal kuucapkan untuk tahun ini dan semua kisah serta kenangan yang tersimpan didalamnya, bukan karena aku tidak bahagia, tapi aku harus mulai lagi mengukir semuanya, sehingga kelak ditahun depan aku bisa menjadi manusia yang setidaknya lebih baik dari sekarang. Karena aku merasa, ada banyak yang tersia-siakan dalam hidupku ditahun ini, oleh karena itu seperti layaknya pohon yang selalu tumbuh dan semakin tinggi tentunya angin yang diterpanya akan semakin kencang. Maka harus benar-benar menyiapkan diri ini agar selalu berusaha dan tak kenal menyerah dengan semuanya yang terjadi.

Jika memang aku diharuskan didamaikan dengan dirimu, maka aku berharap kita bisa berdamai dan kembali menjadi teman layaknya seperti kita dahulu. Agar ini semua tak lagi menjadi sebuah penyesalan yang terus hinggap didalam relungan dada.

Karena ditahun 2017 ada satu yang harus kita pertahankan bersama yaitu :

Kita harus bahagia.

Ditulis oleh Andriyas Efendi

29 Desember 2016, di kamar depan Rumah pekanbaru, ditemani gelas yang sudah kosong, sehingga akan mulai diisi lagi dengan air yang baru.


Tak selamanya selingkuh itu indah

Semua kesedihan yang terjadi didalam dirimu, bukan berarti menjadikan hidupmu menjadi begitu menderita. Dan pantas bagimu untuk melakukan kelakuan yang dilakukan para penderita itu. Selingkuh? Siapa yang selingkuh? Itulah sejenak tanya yang selalu terucap, kata yang selalu menjadi misteri, yeahhhh I like mistery. Tapi aku gak suka film horor, apalagi kalo ada hantu-hantunya, gak asik banget itu film. Entah mengapa kalo nonton film horor itu rasanya jadi porno sendiri, eh parno maksudnya, secara tiba-tiba halusinasi merasuk kedalam fikiran dan seolah mencucinya dengan tanpa menguceknya sehingga sisa-sisa hayalan itu masih tersisa dan menghantui hari-harimu.

Selingkuh? Kata yang identik dengan penghianatan, kebencian serta rasa nikmat bagi para pelakunya. Padahal jika kita telaah lagi, sebenernya para pelaku perselingkuhan ini sebenarnya mereka itu adalah orang yang bener-bener butuh kasih sayang. Karena mereka merasa tidak cukup dengan apa yang mereka miliki saat ini. Jadi ya gitu, carilah pelampiasan yang lainnya.

Padahal, pelaku selingkuh itu bener-bener penjahat yang bener-bener jahat, karena kan mereka itu sudah melakukan banyak kejahatan sekaligus, rasa sakitnya itu bukan hanya dikulit serta diindra saja, melainkan merasuk sampai ke ulu jantung, karena hati sudah tak kuat lagi merasakannya. Syeeahhhhh,,,

lalu sebenarnya apa esensi dari selingkuh itu, kenapa banyak orang yang mungkin berfikir ini adalah jalan keluar terakhir. Apa iya itu cuma satu-satunya solusi yang bisa diambil, opo yo gak eneng langkah liyane. Opo ora eman duite, gawe tuku banyu setan. Eh malah nyanyi, yaa, selingkuh bukanlah solusi, itu hanya akan menambah masalah baru buat kamu para pelakunya.

Apa iya selingkuh itu enak? Apa iya perlu dicoba? Apa iya selingkuh itu perlu banget dicoba? Karena penasaran akhirnya aku pengen ngebahasnya, bukan ngelakuin ya? Sudah cukup dengan semua penyesalan ini. Hahahahaha,,

Enaknya selingkuh itu bagi yang pernah ngelakuin itu kayak misalnya kamu lagi males ngapa2in trus tiba-tiba ada seorang yang dateng dan ngajak kamu buat main game, nah itu rasanya. Nikmat, seneng, bahagia, tapi ya cuman sampek gamenya kelar, abis itu hanya penyesalan yang tersisa.

Selingkuh, merupakan langkah bagi mereka yang bosen dengan apapun yang sedang mereka jalani sekarang, semisal kalo aku biasanya make windows, lantas aku bosen, saatnya selingkuh sesaat dengan linux. Apa itu? Pikiren dewe.

Selingkuh itu kesenangan sesaat yang menipu, apa yang kamu udah bangun selama bertahun-tahun, kepercayaan yang dari awal kamu udah berusaha untuk menumbuhkannya, sesaat akan menjadi tak berarti lagi, karena satu kata yang memiliki berjuta-juta dampak. Bayangin aja kalo kamu itu pelaku atau korbannya, gak bakal bahagia, saya jamin gak bahagia, karena pasti ada sisa-sisa penyesalan yang itu gakkan pernah hilang, meskipun engkau bersujud, bersimpuh padanya untuk meminta maaf. Karena tentu saja, bagi sang korban memaafkan itu mudah, tapi melupakan?? oh,, sorry, kesempatan kedua terlalu berharga bagi para pelaku perselingkuhan.

Nah itu kan pendapat pribadi, lalu tak tanya kesalah satu sahabat, katanya orang selingkuh itu hanya perlu ditinggalkan dan dilupakan saja. Tapi tak semudah kalimat yang terucap, prakteknya duh pasti sulit banget, apalagi bagi sang korban, dia diduakan tanpa izin dari pihak pertama, jangankan meminta izin terlebih dahulu, dengan egoisnya dia dengan mudah meninggalkan semua kepercayaan yang telah engkau berikan padanya.

Karena tak semua yang kita ingin lupakan akan dengan mudah hilang begitu saja, bahkan ketika kita mencoba melupakan sesuatu, kita malah akan semakin ingat dengan semua kisah kelam tersebut.

Tapi selingkuh tak selamanya indah, percayalah, akan ada masa kamu akan sangat menyesalinya, bukan karena lukanya, karena saat itu kamu sudah menghilangkan satu orang yang begitu sangat mempercayaimu, engkau akan sangat merugi, belum tentu dia yang kamu ajak selingkuh akan sama seperti yang kamu tinggalkan.

Seringkali kita tergoda dengan sesuatu yang fana, kita tergiur dengan hal-hal yang bahkan gak perlu pertimbangan lagi. Apa yang lebih baik darinya? Dari dia yang kamu ajak selingkuh? Apakah dia yang mau merusak hubunganmu akan dengan baik begitu saja seterusnya denganmu? Tidakkah engkau risau akan dia yang akan memperlakukankmu juga seperti itu. Apa rasanya jika suatu saat dia pergi darimu? So, pikirkan lagi jika mau selingkuh ya?

Tapi seperti petir, yang bisa tiba-tiba muncul tanpa hujan, atau dia muncul karena penanda akan turunnya hujan. Semua itu pasti engkau lalui, akan ada masa kamu akan merasa jika hubunganmu tak bisa diselamatkan lagi, maka cobalah beri ruang sejenak pada dirimu dan dirinya, agar bisa punya waktu untuk saling berfikir dan menjernihkan hati, lalu cobalah berbicara dengannya, carilah solusi yang mungkin akan menyelesaikan semua masalahmu, jika tidak maka putuskan dengan baik, bahwa hubunganmu dan dia itu bukan saja karena harus saling bahagia, tetapi harus saling percaya, agar tercipta hubungan yang harmonis. Dan jika semua itu tidak tercapai, mungkin saja satu-satunya solusi yang bisa tercapai adalah pisah.

Jadi, bagi yang berfikir selingkuh adalah solusi, itu salah banget. Cari solusi lain yak, sama yang sering aku bilang, kalo pergi, ya pergi aja. Hahahahaha,, see ya.

 

Andriyas Efendi

18 Oktober 2016

Antara aku kamu dan penantianku untuk dia yang aku juga belum tau siapa.


Melati aku benci kamu

Ada yang menarik pada beberapa kisah yang terjadi pada setiap orang. Begitu juga tentang dia yang mungkin dulu engkau cintai sekarang cuma jadi sebuah kenangan pahit yang pahitnya itu udah ngelebihi kopi, tu ngapa mungkin saat ini kopi bukanlah teman yang tepat untuk menemani hari-harimu. Tetapi tidak seperti bunga melati sesungguhnya yang putih bersih ataupun yang beraroma begitu wangi.

Melati, dia pergi dan meninggalkanku, sendiri disini menatap layar kosong yang disebut katanya si sindrom kertas putih, dimana ide dan isi kepala hanya terpaut padanya dan tidak menemukan satupun alasan kuat yang akan bisa membuatmu menjadi berfikir secara normal kembali. Karena seolah hidupmu yang separuh lagi udah direnggut, kembalikan semua yang telah engkau ambil dariku, kemana engkau bawa janji-janji manis itu, sekarang setelah kuingat secara jelas semuanya, engkau malah pergi begitu saja meninggalkanku.

Apa segitu tidak berartikan diriku dimatamu? Atau bagaimana sebenarnya engkau memandangku selama ini? Siapakah aku? Dimana aku? Bahkan apa sebenarnya aku ini?

Itu adalah beberapa kalimat yang keluar dari orang yang galau ya, bukan berarti representasi dari perasaan yang penulis rasakan, karena ada kala kita harus masuk kedalam sebuah kondisi dimana kita harus benar-benar merasakan apa yang orang lain rasakan sehingga kita bisa kembali menuliskan kisah tersebut secara gamblang dan jelas.

Beberapa hari ini udah disibukkan sama kerjaan yang bisa dikatakan capek dijari dan pusing dikepala. Seolah rasa mau pecah saja ni kepala, ditambah deadline yang mencekik serta pekerjaan yang tak ada todolistnya, jadi aku serasa mengawang-awang, membayangkan bayanganmu hadir didalamnya. Eh,

Tak butuh waktu lama untuk benci terhadap seseorang, apa lagi jika dia yang pernah engkau anggap sebagai teman hidupmu, tempatmu berbagi kisah, cerita serta curhat tentang masalah-masalah yang pernah engkau hadapi. Tak perlu waktu lama untuk berusaha untuk melukai diri dengan cara membuat diri ini benci kepadanya. Karena tentunya itu akan bertolak belakang dengan prinsip yang selama ini kamu pegang. Untuk tidak membenci siapapun, tetapi jika engkau tidak membencinya, lantas percaya atau tidak kamu hanya akan jadi manusia baperan yang mungkin kisah kasihmu akan jadi sebuah legenda, yaitu legenda “Ketika cintamu bertepuk sebelah tangan”.

Malam jum’at, gerimis hujan diluar sana, dan aku meringkuk kedinginan didalam kamar dikarenakan sudah 2 hari ini pulang kerja diguyur hujan. Pas ujan-ujanan rasa dingin itu gak kerasa sama sekali, karena mungkin lebih dingin sikapmu kepadaku akhir-akhir ini. Tapi sampai rumah ya tetep aja, tetes demi tetes air mata hidung itu mulai mengalir. Dan kedatangannya tak bisa diprediksi, terkadang dia hadir begitu saja, seperti perasaan ini yang kadang muncul begitu saja tanpa melihat apakah ini saat yang tepat atau tidak.

Melati, keindahan yang jangan cuma dipetik, tapi harus dicium wanginya disiram tubuhnya, sehingga semakin hari melati tersebut makin tumbuh menjadi dewasa, meskipun pada akhirnya akan layu dan bahkan potel juga dari dahannya. Itu siklus hidup melati, lalu bagaimana dengan dirimu? Yang aku anggap sebagai melatiku.

Aku tak tahu tentang melatiku, karena ketika aku menanamnya dengan hati-hati ternyata dia tidak hanya tumbuh mendewasa tetapi sesaat dia berubah menjadi mawar yang berduri, indah dan harum wanginya, tapi tubuhnya berduri dan bisa melukai.

Tak semua keindahan itu akan memberikan kebahagiaan, dan tak semua yang kelihatannya indah dan baik akan bener-bener indah. Indah sebagai kata sifat yang merepresentasikan sebuah keadaan yang membuat mata terbelalak dan sejenak tidak bisa berfikir dan hanya bisa melihatnya terpaku, terdiam dan tersenyum melihatnya tumbuh menjadi melati yang benar-benar melati.

Bencilah melati itu jika memang dia berubah menjadi mawar, karena itu sudah tidak lagi pada tempatnya, dia sudah mulai berubah menjadi sosok yang lain. Yang mungkin engkau tidak akan lagi mengenalnya, bukan karena sudah lupa tapi engkau hanya tidakk menyangka bahwa dia berubah sedemikian rupa.

Melati, aku membencimu bukan berati aku tak menyukaimu, jika memang melati itu mulai berduri maka apalah daya diriku yang hanya bisa membiarkan diri ini tertusuk oleh dirimu, karena aku tak mau hanya memetik dirimu, yang ingin kulakukan adalah merawat dan menjadikanmu melati yang sesungguhnya. Karena itu semua bukan karena betapa besar rasa sukaku padamu, tapi itu lebih kepada aku yang sudah menjadikan diri ini tempat engkau kembali untuk lebih mendewasa lagi dan merengkuh kesejatian sebagai melati yang harum mewangi.

Lalu ketika engkau ingat melati sebagai ekspresi perandaian dirimu, apa yang engkau ingat, jujur saja awalnya akan bahagia-bahagia saja, tetapi lama kelamaan akan terasa sekali kehadirannya sudah tak lagi ada disisimu, melainkan dia sudah dipindah ketempat yang lain, mungkin sekali karena tidak cocok hidup ditempat yang lama, maka dia harus pindah mengisi kekosongan energi akibat ditempatkan ditempat yang tidak seharusnya.

Hujan beberapa hari ini seolah memberikan jadwal yang teratur agar kamu bisa lagi menyesuaikan dengan keadaan disekitarmu, kamu harus merasa lebih peka lagi untuk menatap bagaimana alam ini memperlakukan isinya. Seperti melati yang harus kembali berinteraksi lagi dengan tanah yang baru, dan mungkin pot yang baru, atau bahkan merelakan dirinya untuk dipetik oleh tangan-tangan jahil. Hujan disenja hari secara tidak langsung membuat ekspresi yang merasakan air tetesannya menjadi berbeda, yang dahulu tetes demi tetes membuatku tersenyum karena teringat akan melati yang akan disiram oleh air dari langit dan yang akan menyuburkannya, tetapi kali ini air itu bukan mendatangkan kesenangan, tetapi sedikit duka yang mungkin saja menjadikannya kebal terhadap derasnya hujan diluar sana, dan tetap memandangnya sebagai berjuta-juta panah yang tak akan sampai menusuk hati, karena hatinya serasa udah kebal, bukan karena kuat, melainkan karena begitu pedih dan sakitnya luka itu sehingga sampai tak bisa lagi mengeluh untuk mengatakan sakit.

Tapi sebagai pengagum melati, mungkin engkau hanya akan diam dan sejenak memandang melati tersebut, maka cobalah tersenyum padanya, dan katakan padanya “Melati, aku benci kamu”.

By Andriyas Efendi
Pekanbaru