Skip to content

Blender Posts

Internet cepat dan unlimitednya udah ada, lalu?

Tinggal didesa memang tidak senyaman dan semudah didesa, berbagai sarana dan fasilitas yang biasanya dengan mudah kita temukan dikota gakkan bisa kita dapatkan didesa. Apatah lagi kalo desa kita itu jauh banget dari kecamatan maupun kabupaten, wuihhh jangankan internet, jalan yang berbukit dan berbatu pun selalu akan kita temui, dan semacam sudah jadi takdirnya bahwa tak ada batu dan lobang, maka takkan ada yang namanya desa.

Beberapa waktu lalu aku udah pindah dari kota, tepatnya sejak bulan 4 akhir tahun ini, entah itu karena konflik tak terselesaikan, maupun dilema terhadap gaya hidup yang dijalani, akupun milih balik ketempat aku dibesarkan, Sungai kuning, desa penuh rindu yang berkali-kali kutinggalkan tetapi tetap setia menungguiku untuk kembali lagi padanya.

Didesa ini udah ada operator yang bisa buat internetan, bahkan udah 4g, tapi ya gitu selain masih berkuota, internetnya itu mahal amiiirrr, dengan penghasilan yang mulai gak nentu gini, bakalan rempong tenan nek terus bergantung sama internet berkuota seng larang. Iseng-iseng coba cari penyedia internet lainnya, yang unlimited dan murah, tapi tentunya after salenya juga bagus. Dan entah dari siapa dulu awalnya tapi akhirnya nemu ini http://fajartechnology.net/

Coba cari-cari alamatnya, akhirnya nemu juga, proses pemasangan yang bisa dikatakan gak ribet, cuman memang kudu sabar dan ngerti keadaan, karena selain jaraknya desa dengan titik mereka itu ya gak dekat, tapi cukuplah bisa dipastikan bahwa internet bisa dipasang. Denger kabar kalo udah bisa aja udah seneng banget itu mah, setelah urus ini itu dan bayar biaya pemasangan akhirnya terpasang sudah internet ini dirumah.

Awal-awal penggunaan internet memang ada problem, tetapi problemnya bukan karena jaringannya yang buruk, melainkan ada petugas lain yang kerjanya gak profesional, jadinya agak terganggu.

Gimana sekarang? Sudah hampir 2 minggu ini internet udah lancar banget, jarang mati, dan internetnya udah gak putus2. Bahkan sekarang speednya itu kalo dipake untuk youtube-an, bisa berlebih-lebih.

Sekarang internet udah, tinggal yang lainnya nih, yang sepertinya harus segera dikejar. Harus mulai teratur dan semangat. Hokya hokyaaa,,,

Lembaran Baru

Kisah lama telah terjadi, lembaran lembaran kehidupan mulai tertata, baik dengan rapinya atau bahkan berantakan tak beraturan. Sepertinya sudah saatnya bagiku untuk kembali memulai semuanya lagi. Tinggalkan yang lama, ambil baiknya, lalu coba kembali membuka hati ini untuk sesuatu yang baru. Karena kertas-kertas masa lalu itu sudah mulai pudar, dan mulai luntur, jadi harus diganti dengan kertas yang baru, bukanlah meninggalkannya melainkan aku harus menulis kembali lembaran hidupku, agar lebih menjadi manusia yang mampu berkembang dan tidak berhenti ditengah jalan saja.

Belakangan ini tersirat didalam benakku, kalo sudah saatnya aku memulai semuanya, mempersiapkan semuanya, menjadikan semuanya langkah awal untuk memulai sebuah kisah yang begitu abstrak. Kisah yang tak diketahui akan seperti apa, rahasia masa depan, rahasia semua yang akan terjadi padaku. Aku harus mulai menyiapkannya.

Lalu apa ni yang harus aku lakukan, iseng-iseng nyari di Mbah Google, Hasil pencarian pertama langsung menunjukkan Lagunya Ibu Desy Ratnasari “Lembaran Baru”, Wehh ini kok serem ya, dengerin lagunya, tonton videonya.

Dari videonya aja kayaknya sedikit memberikan tips kan ya, langkah yang seharusnya dilakukan ketika memulai membuka lembaran baru. Sepertinya harus gue lakukan ini, biar tidak terjadi kegagalan-kegagalan seperti sebelumnya. Timbun semuanya dalam-dalam, agar dia tidak tersiksa dengan kenangan-kenanganku dikala itu.

Semoga lembaran baru kali ini tak lagi menorehkan luka.

Ditulis di Sungai Kuning, desa kecil yang luas, diisi oleh balutan-balutan rindu yang harumnya semerbak sepanjang jalan desa. Oleh, Andriyas Efendi 22 Agustus 2017 21:36

Lama tak berjumpa, apa kabar?

Satu demi satu rangkaian peristiwa terlibat dalam diri kita, ada yang membawa hal positif, tetapi banyak juga yang negatif. Layaknya air yang mengalir, terkadang menghadapi hambatan yang tidak kecil yang menjadikannya harus menyimpang dari jalur yang seharusnya. Begitupun aku, disini entah berbagai macam peristiwa yang udah terjadi beberapa waktu ini. Membuatku tak bisa menuliskannya dengan detail, entah itu karena terlalu pahit, atau bahkan sudah tidak peduli lagi terhadapnya.

Apa kabar? kalimat pembuka setiap pertemuan dengan seseorang yang sudah lama sekali tanpa ada kabarnya, jangankan menemuinya sekedar menatapnya dalam rindupun sudah tidak pernah lagi dilakukan. Seperti layaknya debu yang beterbangan yang meskipun berpindah dari satu tempat ketempat lainnya, dia seperti tak pernah lagi mengenal dari mana dia berasal. Begitu juga ketika kita sudah merasa tidak peduli terhadap seseorang, tidak lagi menginginkannya, tidak lagi merindukannya, dan bahkan semacam tak lagi menjadikannya dia seorang yang pernah singgah dalam hidup kita. Tiba-tiba, kita bertemu dengannya, lantas semacam entah tak tahu lagi siapa dia, dan merasa pangling(orang jawa), apa iya dia yang pernah kukenal?

Sepertinya sudah cukup ya opening galaunya, ok jadi gini, kan beberapa waktu yang lalu aku ketemu dengan temen2 yang udah lama banget gak komunikasi, karena kebetulan inikan lagi banyak2nya temen yang nikah, so jadinya temen2 yang hilang itu tiba2 bermunculan kembali. Jadinya, ya gitu, dia dia yang dahulu kenal kita, akrab dengan kita, bahkan bagian hidup kita, satu demi satu mulai kembali membuka lembaran-lembaran kisah kita semua yang kalo di ceritakan dan dituliskan mungkin bisa jadi sebuah kalimat yang tak berujung dengan kenangan.

Lalu, pas ketemu itu kadang ngerasa agak aneh sedikit, iya sedikit, kita semacam bukan teman lama, melainkan ya semacam baru kenal aja gitu, jadinya kita kok malah canggung, bingung mau mulai dari mana, mau dibawa kemana gitu hubungan kita selanjutnya. Nah, berbagai macam cara bahkan strategi digunakan agar kita bisa kembali akrab dengannya. Cara-caranya itu yang kadang entah kenapa kok kayaknya beda-beda ya tiap orangnya, ini yang unik dan sometimes, bikin kita pusing 8x keliling, iseng-iseng coba nyari apa iya bertanya kabar temen kita itu memang cara terbaik, atau sebenarnya ada cara yang lain yakkk. Ok, kita riset sekarang.

Cari Topik pembicaraan

Mulailah cari bahan apa yang kira-kira perlu kita bahas dengannya, kita bisa ceritakan apa aja yang udah kita lakukan, dan bahas bersama dengannnya, atau coba cerita tentang keadaan yang terjadi disekitar kita. Jika kita bertemu dengannya ketika momen kondangan, mungkin kita bisa sama ngomongin si mantennya, siapa mereka, dapet jodoh darimana, n seperti apa, sehingga pembicaraan kita nantinya bisa lebih luas, gak hanya sekedar aku dan kamu, melainkan bisa melebar kemana-mana. Bahkan, kita juga bisa bicarain tentang hobi masing-masing, dan bisa jadi dari situ kita bisa nemu sebuah titik temu yang bisa bikin kita makin dekat lagi dengan mereka.

Siapin jawaban pertanyaan

Kalo ini si, biasanya udah pada  nyiapin kan ya, pertanyaannya standar, apa kabar, pergi sama siapa, kerja apa, tinggal dimana, udah nikah belum, atau bahkan bisa lebih serem lagi. Jangan lupa, coba tambahkan pertanyaan untuk keluarganya, ayah ibunya, adek kakaknya, sehingga lebih personal, dari sanalah kita bisa memulai untuk semakin dekat lagi dengannya. Usahakan menjauhi hal-hal yang kemungkinan tidak disukai, semacam pertanyaan kenapa putus sama dia, atau kenapa belum menikah. Hal-hal itu berpotensi menimbulkan konflik diantara kalian.

Nostalgia masa lalu

Coba ingat kembali masa-masa yang lalu, berikan dia kenangan kenangan indah ketika bersamanya, hal-hal iseng yang pernah dilakukan dengannya. Hal ini bisa mengingatkan kita lagi bahwa ternyata kita pernah akrab dengannya. Dan ini adalah sebuah strategi yang bagus banget, apalagi kalo buat ngajakin dia balikan.

Berikan dia kesempatan bercerita

Perlu diketahui, kita dan teman lama kita itu sedang proses membiasakan diri kembali, janganlah kamu saja yang bercerita panjang lebar tentang pengalamanmu, coba berikan dia jeda sehingga dia bisa mencoba menceritakan kisah hidupnya sendiri. Karena memang bisa saja mereka akan selalu mendengarkanmu, tetapi akan sayang sekali bukan, kamu jadi gak tau apa2 tentang mereka kan ya.

Siapkan mental jika bertemu dengan mantan terkasih

Huuuuiiihhh, lagi-lagi ini dia yang perlu strategi khusus. Inilah sebenarnya resiko dekat dengan dia yang begitu kita kenal, bahkan bisa jadi sahabat baik kita, karena ketika kita sudah berpisah, kebanyakan mereka tidak akan bisa lagi seperti dahulu. Lalu, sikap dewasa sangat diperlukan untuk menangani masalah yang satu. Cobalah untuk bersikap biasa saja, gak perlu terlalu benci, ataupun terlalu ngarep, anggap saja kita seperti teman biasa, gak perlu terlalu ramah, gak perlu juga terlalu cuek, bersikaplah sewajarnya saja. Ini tujuannya bukan bikin dia nyesel udah ninggalin kita, tapi kita lebih menegaskan bahwa keputusan kita ini adalah keputusan terbaik, dan kita bahagia dengannya.

Nah itulah tadi sedikit tips yang sebenarnya sedikit banyaknya sering saya lakukan, beberapa bahkan sering sekali saya lakukan, karena meskipun mungkin akan sangat canggung, tetapi itu sedikit banyaknya membantu sekali dalam hal berkomunikasi dengan masa lalu.

Diselesaikan dikamar gelap gulita, dengan hape yang celentang-celentung*, oleh Andriyas Efendi, 22 Agustus 2017 21:11 WIB

*Akhirnya ada yang hubungi saya

Tersendiri

Tersendiri

Rintik hujan membasahi bumi
Bunyi tik tik tik mengiringi hadirmu
Disertai dengan gemuruh angin kencang
Serta suara deru yang menderu langit-langit bumi

Aku terhadir sendiri didalam perenungan kamarku
Menatap cukup sayu layar-layar yang menyala-nyala
Menulis berbaris-baris kata
Demi menampilkan apa yang dirasa dalam jiwa

Jurang pemisah antara diriku dan dirimu hanyalah rindu
Rindu, 5 huruf yang tak terasa selalu muncul dalam kalbu
Menatapmu dalam-dalam di setiap kesendirianku
Seterang rembulan yang menghiasi malam-malamku

Aku tergugu sendiri menatap indahnya langit malam hari
Berjuta bintang menghiasi kertas langit
Titik demi titik terlihat melalui bayang-bayang cahaya
Membentuk garis lingkaran yang hampir muncul separuhnya

Tetiba terasa ada rasa yang telah lama tak terasa
Seperti keringnya tanah-tanah yang mulai berdebu
Membasahi tiap kekeringan didalam diri
Menanti tiap detik akhir penantiannya

AESP

Dalam rindu, aku cemburu

Kata telah terucap
Keputusan telah diambil
Aturan telah berlaku
Kisah juga telah sirna

Tapi percikan rindu itu
Masih tetap ada
Muncul ketika ku duduk
Terdiam, menatap bayang2 kosong

Semut-semut itu perlahan merayap didinding
Mencari sesuatu yang bisa dijadikannya alat penyambung hidup
Tak pernah mengingat kemana dia akan pulang
Yang dilakukannya hanya berusaha

Secercah nama selalu terngiang dikepala
Seolah memanggil-manggil dia sang pemilik nama
Aku merasa gagal, cemburu, kenapa nama yang seharusnya aku ingat
Sama sekali tak terngiang dikepala

Seolah diri ini lupa darimana berasal
Serta untuk apa dijadikannya diriku ini
Yang terngiang hanya kenangan
Yang teringat hanya lembaran masa lalu

Dan yang selalu terindukan
Hanyalah Dirimu….

9 Januari 2017

Selamat tinggal

Ucapan kalimat perpisahan ataupun selamat tinggal selalu saja menjadi sebuah keganjalan untuk disampaikan. Disamping tak ada kalimat-kalimat yang tepat ucapan perpisahan itu begitu kaku untuk diucapkan, dan pastinya akan selalu menjadi sebuah momen yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang. Tak terasa, sekarang sudah berada diujung tahun 2016, saat tulisan ini dibuat tepatnya malam Jum’at dan mungkin ini adalah malam Jum’at terakhir di tahun ini.

Entah mengapa setiap malam Jum’at, rasanya ada sesuatu yang mengganjal, seperti kehilangan sesuatu dan mungkin merindukan dirinya yang entah berada dimana, karena akupun tak mengerti dengan semua ini, apakah ini benar rindu, atau hanya sekedar rasa tak ikhlas yang lama kelamaan kok malah jadi sebuah penyakit, ya penyakit yang seolah menggerogoti isi hati ini. Terkadang disaat kuterduduk maupun termenung, selalu saja terlintas sejenak namamu, manis senyummu serta tingkah laku dirimu yang meskipun sedikit yang kutahu tetapi begitu membenak didalam fikiran.

Saat kupandangi langit hitam, ada beberapa bintang yang selalu dan tetap bersinar, dan saat itupun aku terkadang mengingatmu dan semua kenangan yang ada pada dirimu. Rasanya, malam-malamku tak lagi sama dengan malam-malam lainnya, apa ini yang dikatakan ketidakikhlasan, atau seolah diri ini belum rela akan kepergiannya?

Kutatap layar monitorku dengan begitu fokusnya, meskipun sepertinya tubuh ini sudah mulai berontak dan memintaku untuk segera terlelap menikmati indahnya malam dalam balutan mimpi yang terkadang terkesan nyata. Beberapa hari ini cuaca di pekanbaru mulai tidak menentu, pagi hari rasanya begitu cepat, tau-tau setelah shubuh eh udah jam 6 aja, beda banget waktu aku dijawa kemarin, lama banget rasanya menuju siang itu, duhhh sungguh kumerindukan kota kelahiranku itu. Ingin segera rasanya kembali kesana lagi.

Kutulis ini bukan karena aku tak menginginkanmu lagi, tapi semua sudah berlalu, janjiku dan janjimu sudah menjadi janji palsu semata. Semua rencana dan keinginan kita itu hanya bualan semata. Tak ada lagi rasa optimis, tak ada lagi harapan yang kita tautkan dalam doa kita, yang kita renungkan setiap kita berusaha dan yang setiap saat kita usahakan.

Aku dan kamu kini sudah seperti tiada apa-apa lagi, karena memang mungkin dipenghujung tahun ini, kita memulai untuk lebih menjadi diri kita sendiri, mencoba mengikhlaskan dan mencari lagi tentang kemana kapal yang bernama hati ini akan berlabuh. Layaknya setiap pergantian tahun, setiap orang memiliki harapan dan keinginan yang ingin dicapainya lagi, itu agar menjadikannya lebih semangat lagi dalam menghadapi kenyataan hidup ini yang perlu usaha ekstra untuk selalu memiliki apa yang kita inginkan.

Selamat tinggal kuucapkan untuk tahun ini dan semua kisah serta kenangan yang tersimpan didalamnya, bukan karena aku tidak bahagia, tapi aku harus mulai lagi mengukir semuanya, sehingga kelak ditahun depan aku bisa menjadi manusia yang setidaknya lebih baik dari sekarang. Karena aku merasa, ada banyak yang tersia-siakan dalam hidupku ditahun ini, oleh karena itu seperti layaknya pohon yang selalu tumbuh dan semakin tinggi tentunya angin yang diterpanya akan semakin kencang. Maka harus benar-benar menyiapkan diri ini agar selalu berusaha dan tak kenal menyerah dengan semuanya yang terjadi.

Jika memang aku diharuskan didamaikan dengan dirimu, maka aku berharap kita bisa berdamai dan kembali menjadi teman layaknya seperti kita dahulu. Agar ini semua tak lagi menjadi sebuah penyesalan yang terus hinggap didalam relungan dada.

Karena ditahun 2017 ada satu yang harus kita pertahankan bersama yaitu :

Kita harus bahagia.

Ditulis oleh Andriyas Efendi

29 Desember 2016, di kamar depan Rumah pekanbaru, ditemani gelas yang sudah kosong, sehingga akan mulai diisi lagi dengan air yang baru.

Tak selamanya selingkuh itu indah

Semua kesedihan yang terjadi didalam dirimu, bukan berarti menjadikan hidupmu menjadi begitu menderita. Dan pantas bagimu untuk melakukan kelakuan yang dilakukan para penderita itu. Selingkuh? Siapa yang selingkuh? Itulah sejenak tanya yang selalu terucap, kata yang selalu menjadi misteri, yeahhhh I like mistery. Tapi aku gak suka film horor, apalagi kalo ada hantu-hantunya, gak asik banget itu film. Entah mengapa kalo nonton film horor itu rasanya jadi porno sendiri, eh parno maksudnya, secara tiba-tiba halusinasi merasuk kedalam fikiran dan seolah mencucinya dengan tanpa menguceknya sehingga sisa-sisa hayalan itu masih tersisa dan menghantui hari-harimu.

Selingkuh? Kata yang identik dengan penghianatan, kebencian serta rasa nikmat bagi para pelakunya. Padahal jika kita telaah lagi, sebenernya para pelaku perselingkuhan ini sebenarnya mereka itu adalah orang yang bener-bener butuh kasih sayang. Karena mereka merasa tidak cukup dengan apa yang mereka miliki saat ini. Jadi ya gitu, carilah pelampiasan yang lainnya.

Padahal, pelaku selingkuh itu bener-bener penjahat yang bener-bener jahat, karena kan mereka itu sudah melakukan banyak kejahatan sekaligus, rasa sakitnya itu bukan hanya dikulit serta diindra saja, melainkan merasuk sampai ke ulu jantung, karena hati sudah tak kuat lagi merasakannya. Syeeahhhhh,,,

lalu sebenarnya apa esensi dari selingkuh itu, kenapa banyak orang yang mungkin berfikir ini adalah jalan keluar terakhir. Apa iya itu cuma satu-satunya solusi yang bisa diambil, opo yo gak eneng langkah liyane. Opo ora eman duite, gawe tuku banyu setan. Eh malah nyanyi, yaa, selingkuh bukanlah solusi, itu hanya akan menambah masalah baru buat kamu para pelakunya.

Apa iya selingkuh itu enak? Apa iya perlu dicoba? Apa iya selingkuh itu perlu banget dicoba? Karena penasaran akhirnya aku pengen ngebahasnya, bukan ngelakuin ya? Sudah cukup dengan semua penyesalan ini. Hahahahaha,,

Enaknya selingkuh itu bagi yang pernah ngelakuin itu kayak misalnya kamu lagi males ngapa2in trus tiba-tiba ada seorang yang dateng dan ngajak kamu buat main game, nah itu rasanya. Nikmat, seneng, bahagia, tapi ya cuman sampek gamenya kelar, abis itu hanya penyesalan yang tersisa.

Selingkuh, merupakan langkah bagi mereka yang bosen dengan apapun yang sedang mereka jalani sekarang, semisal kalo aku biasanya make windows, lantas aku bosen, saatnya selingkuh sesaat dengan linux. Apa itu? Pikiren dewe.

Selingkuh itu kesenangan sesaat yang menipu, apa yang kamu udah bangun selama bertahun-tahun, kepercayaan yang dari awal kamu udah berusaha untuk menumbuhkannya, sesaat akan menjadi tak berarti lagi, karena satu kata yang memiliki berjuta-juta dampak. Bayangin aja kalo kamu itu pelaku atau korbannya, gak bakal bahagia, saya jamin gak bahagia, karena pasti ada sisa-sisa penyesalan yang itu gakkan pernah hilang, meskipun engkau bersujud, bersimpuh padanya untuk meminta maaf. Karena tentu saja, bagi sang korban memaafkan itu mudah, tapi melupakan?? oh,, sorry, kesempatan kedua terlalu berharga bagi para pelaku perselingkuhan.

Nah itu kan pendapat pribadi, lalu tak tanya kesalah satu sahabat, katanya orang selingkuh itu hanya perlu ditinggalkan dan dilupakan saja. Tapi tak semudah kalimat yang terucap, prakteknya duh pasti sulit banget, apalagi bagi sang korban, dia diduakan tanpa izin dari pihak pertama, jangankan meminta izin terlebih dahulu, dengan egoisnya dia dengan mudah meninggalkan semua kepercayaan yang telah engkau berikan padanya.

Karena tak semua yang kita ingin lupakan akan dengan mudah hilang begitu saja, bahkan ketika kita mencoba melupakan sesuatu, kita malah akan semakin ingat dengan semua kisah kelam tersebut.

Tapi selingkuh tak selamanya indah, percayalah, akan ada masa kamu akan sangat menyesalinya, bukan karena lukanya, karena saat itu kamu sudah menghilangkan satu orang yang begitu sangat mempercayaimu, engkau akan sangat merugi, belum tentu dia yang kamu ajak selingkuh akan sama seperti yang kamu tinggalkan.

Seringkali kita tergoda dengan sesuatu yang fana, kita tergiur dengan hal-hal yang bahkan gak perlu pertimbangan lagi. Apa yang lebih baik darinya? Dari dia yang kamu ajak selingkuh? Apakah dia yang mau merusak hubunganmu akan dengan baik begitu saja seterusnya denganmu? Tidakkah engkau risau akan dia yang akan memperlakukankmu juga seperti itu. Apa rasanya jika suatu saat dia pergi darimu? So, pikirkan lagi jika mau selingkuh ya?

Tapi seperti petir, yang bisa tiba-tiba muncul tanpa hujan, atau dia muncul karena penanda akan turunnya hujan. Semua itu pasti engkau lalui, akan ada masa kamu akan merasa jika hubunganmu tak bisa diselamatkan lagi, maka cobalah beri ruang sejenak pada dirimu dan dirinya, agar bisa punya waktu untuk saling berfikir dan menjernihkan hati, lalu cobalah berbicara dengannya, carilah solusi yang mungkin akan menyelesaikan semua masalahmu, jika tidak maka putuskan dengan baik, bahwa hubunganmu dan dia itu bukan saja karena harus saling bahagia, tetapi harus saling percaya, agar tercipta hubungan yang harmonis. Dan jika semua itu tidak tercapai, mungkin saja satu-satunya solusi yang bisa tercapai adalah pisah.

Jadi, bagi yang berfikir selingkuh adalah solusi, itu salah banget. Cari solusi lain yak, sama yang sering aku bilang, kalo pergi, ya pergi aja. Hahahahaha,, see ya.

 

Andriyas Efendi

18 Oktober 2016

Antara aku kamu dan penantianku untuk dia yang aku juga belum tau siapa.

Seperti juga bulan, aku juga bisa merindu

Mungkin tak semestinya ini semua diungkapkan, karena tak semua kalimat akan sama maknanya ketika yang membaca berbeda, tetapi tak ada kalimat yang tak bisa dimengerti. Karena kalimat merupakan salah satu cara atau gaya bahasa seseorang untuk menyampaikan sesuatu, ada yang menggunakan bahasa isyarat dan ada juga yang terang-terangan mengungkapkannya. Terkadang itu yang membuatnya menjadi mudah dimengerti. Seperti juga bulan, aku juga bisa merindu, kalimat ini buat anak-anak jaman 90an kayaknya familiar banget, kala itu masih awal-awalnya punya hape, dan beberapa lagu juga ada yang sampai sekarang masih terkenang, kalo ndak salah lagunya siti nurhaliza yang judulnya “Wulan merindu”.

Apa yang terjadi belakangan ini terhadap diriku setidaknya membuka sedikit cakrawala lagi dalam memandang hidup ini, seolah akan menunjukkan ke sebuah titik dimana tujuan hidup kita ini menjadi jelas, jadi bukan hanya sekedar mengalir bagai air begitu saja, tapi jelas tujuannya menuju ke arah yang lebih rendah. Itu jika mengambil filosofi air, tapi berlaku juga bagi para kapal, yang kemanapun dia berlayar, dia juga pasti tahu tujuan dermaga tempat dia berlabuh dan nantinya untuk berhenti dan memutuskan untuk menetap didermaga itu.

Seperti juga pesawat terbang, yang dalam satu waktu bisa berpindah-pindah tujuan, terkadang dalam perjalanan akan terjadi gejolak yang menghambat atau bisa lancar seperti apa adanya. Jadwal penerbangan yang tidak menentu juga terkadang menjadikan proses menunggu menjadi lebih lama lagi, tetapi tetap saja, akan ada kepastian berapa lama para penumpang akan menunggu.

Halah, ngomong apa ini. Ada kala saat-saat terburuk bagi seseorang untuk memutuskan menyendiri, karena tidak selamanya sendiri itu akan memberikan efek yang baik, ada kalanya menyendiri akan menjadikanmu menjadi lebih terpuruk lagi.

Apalagi jika yang ada didalam benakmu hanyalah hal-hal yang menyakitkan dirimu untuk diingat, apalagi dikenangkan. Tidak semua yang kita ingat adalah hal-hal yang bahagia, pastinya ada kala sesuatu yang berusaha keras kita lupakan, dia akan hadir begitu saja. Seperti angin yang terkadang hadirnya memberikan kesejukan, tetapi jika terlalu kencang juga bakalan bikin ribet.

Kata menjadi tak berarti lagi ketika sudah tak ada lagi rasa dalam hati, karena sedikit banyaknya kata merupakan hasil dari olahan fikiran dan yang dirasakan dengan hati. Apa yang dirasakan tentunya juga akan sedikit banyak mempengaruhi apa yang akan diucapkan dan yang akan tertuliskan.

Seperti juga rindu, ada kalanya yang dirindukan adalah dia yang selama ini sudah engkau yakinkan dan engkau pilih melalui beberapa proses pendekatan, atau yang dirindukan adalah masa-masa bersamanya. Atau bahkan hal-hal yang kamu benci sekalipun akan bisa memberikan efek rindu yang bisa jadi tidak terbendung.

Lalu salahkah rindu jika kehadirannya hanya mendatangkan luka baru? Karena ada beberapa luka yang bisa sembuh tapi dengan resiko masih meninggalkan begitu banyak bekas. Itu mengapa bagi para pecinta, sudah menjadi resiko akan banyaknya bekas-bekas luka hati yang dideritanya.

Dan luka yang paling menyakitkan adalah melihatnya mengabaikan diri kita, seolah bidadari yang sudah dicuri selendangnya tapi sang pencuri tak mengembalikannya sehingga dia hanya bisa menatap bulan karena tak bisa lagi mencapainya.

Atau seperti layaknya para pecinta itu yang masih juga bisa sabar ketika dirinya begitu sering dilukai, begitu sering diabaikan, karena mereka meyakini, jika cinta memang takkan selancar jalan tol, ataupun semulus lembaran kertas, ada kalanya cinta layaknya pedang, yang akan menikam dan melukai kita jika kita tidak pandai dalam merawatnya.

Lalu bagaimana caranya agar rindu yang hadir itu takkan berefek pada diri kita, setidaknya ada beberapa hal yang sering dilakukan para korban-korban patah itu, dan mungkin juga ini akan dilakukan mereka yang berusaha menjada diri agar tidak lagi gagal dalam menjalin sebuah hubungan dan kecewa berlebihan.

Menangis.

Ya, pertama kali bagi para korban itu biasanya menangis, menangislah, sesalilah semuanya, bahkan jika perlu salahkan dirimu dan salahkan dirinya dengan kesalahan yang benar salah, ini akan memberikanmu dorongan untuk menjadi lebih sedih lagi dan nantinya kamu bakal lebih lega, jika perlu menangislah sampai engkau bisa minum dengan air matamu sendiri. (by Wira)

Menatap masa depan dengan lebih optimis.

Ada yang lagi dipersiapkan untukmu, ada yang sedang menunggumu dengan setia, dan ada yang sedang memperjuangkanmu. Katakan kalimat-kalimat itu yang akan sedikit memberikan dorongan bahwa kesedihan harusnya berlalu, tukang ojek saja yang begitu lelah menunggu dan terkadang tak mendapatkan penumpangpun esok harinya masih tetap berangkat mangkal untuk mencari penumpang lagi. So, mulailah mencari-cari apa saja yang hilang selama ini karena terlalu sibuk dengannya, perbanyak belajar apa saja yang menurutmu perlu, dan jangan lupa untuk lebih banyaklah senyum, tapi perlu diingat, senyumlah untuk semua orang, tapi hatimu jangan. (JANGAN)

Mencari makna dibalik kegagalan.

Nah, akhirnya langkah terakhir ya coba diselami lagi dalamnya samudera kegagalan itu, dan akan sampai mana dasarnya. Coba engkau cek dalam dirimu, apa yang kurang yang ada padamu, karena mungkin bisa jadi momen ini adalah saat yang tepat buatmu untuk memperbaiki diri. Tentunya akan banyak hal yang bisa engkau koreksi, entah itu karena terlalu terlena, terlalu cuek atau bahkan karena engkau merasa dialah sang pemilik hatimu maka engkau lebih sering merasakan luka daripada kelukaan itu sendiri.

Setelah ketika hal itu kamu lakukan, maka mulailah tetapkan tujuan hidupmu kembali, bergaullah dengan siapa saja yang menurutmu akan membantumu, hubungi sahabat-sahabat yang peduli padamu, mereka yang memandangmu bukan karena engkau berkulit putih, anak baik atau bahkan anak dari orang kaya, tapi mereka yang memandangmu apa adanya dirimu, karena mereka adalah teman-teman terbaik yang akan selalu mendukungmu meskipun saat itu engkau sedang tak butuh mereka sekalipun. Dan tentunya cobalah untuk saling berbagi pengalaman, mencari cari apa saja yang pernah dilakukan, ceritakan dan semoga engkau sedikit banyak rindu yang tadinya itu sangat membuatmu terpuruk, hanya akan jadi bahan candaan yang tidak lucu dan tentunya tidak melukai juga.

Kesimpulannya, merindulah jika rindu itu memang benar-benar hadir dalam hadirmu, karena tidak semua yang kita lawan lantas kita akan menang, berdamailah dengannya, karena bisa jadi itu akan membuatmu menjadi lebih bahagia.

Ditulis ketika mentari bersinar terang, seolah mengatakan, aku tetap bersinar meskipun beberapa hari yang lalu aku ditutupi oleh awan-awan itu.

By Andriyas Efendi

 

Melati aku benci kamu

Ada yang menarik pada beberapa kisah yang terjadi pada setiap orang. Begitu juga tentang dia yang mungkin dulu engkau cintai sekarang cuma jadi sebuah kenangan pahit yang pahitnya itu udah ngelebihi kopi, tu ngapa mungkin saat ini kopi bukanlah teman yang tepat untuk menemani hari-harimu. Tetapi tidak seperti bunga melati sesungguhnya yang putih bersih ataupun yang beraroma begitu wangi.

Melati, dia pergi dan meninggalkanku, sendiri disini menatap layar kosong yang disebut katanya si sindrom kertas putih, dimana ide dan isi kepala hanya terpaut padanya dan tidak menemukan satupun alasan kuat yang akan bisa membuatmu menjadi berfikir secara normal kembali. Karena seolah hidupmu yang separuh lagi udah direnggut, kembalikan semua yang telah engkau ambil dariku, kemana engkau bawa janji-janji manis itu, sekarang setelah kuingat secara jelas semuanya, engkau malah pergi begitu saja meninggalkanku.

Apa segitu tidak berartikan diriku dimatamu? Atau bagaimana sebenarnya engkau memandangku selama ini? Siapakah aku? Dimana aku? Bahkan apa sebenarnya aku ini?

Itu adalah beberapa kalimat yang keluar dari orang yang galau ya, bukan berarti representasi dari perasaan yang penulis rasakan, karena ada kala kita harus masuk kedalam sebuah kondisi dimana kita harus benar-benar merasakan apa yang orang lain rasakan sehingga kita bisa kembali menuliskan kisah tersebut secara gamblang dan jelas.

Beberapa hari ini udah disibukkan sama kerjaan yang bisa dikatakan capek dijari dan pusing dikepala. Seolah rasa mau pecah saja ni kepala, ditambah deadline yang mencekik serta pekerjaan yang tak ada todolistnya, jadi aku serasa mengawang-awang, membayangkan bayanganmu hadir didalamnya. Eh,

Tak butuh waktu lama untuk benci terhadap seseorang, apa lagi jika dia yang pernah engkau anggap sebagai teman hidupmu, tempatmu berbagi kisah, cerita serta curhat tentang masalah-masalah yang pernah engkau hadapi. Tak perlu waktu lama untuk berusaha untuk melukai diri dengan cara membuat diri ini benci kepadanya. Karena tentunya itu akan bertolak belakang dengan prinsip yang selama ini kamu pegang. Untuk tidak membenci siapapun, tetapi jika engkau tidak membencinya, lantas percaya atau tidak kamu hanya akan jadi manusia baperan yang mungkin kisah kasihmu akan jadi sebuah legenda, yaitu legenda “Ketika cintamu bertepuk sebelah tangan”.

Malam jum’at, gerimis hujan diluar sana, dan aku meringkuk kedinginan didalam kamar dikarenakan sudah 2 hari ini pulang kerja diguyur hujan. Pas ujan-ujanan rasa dingin itu gak kerasa sama sekali, karena mungkin lebih dingin sikapmu kepadaku akhir-akhir ini. Tapi sampai rumah ya tetep aja, tetes demi tetes air mata hidung itu mulai mengalir. Dan kedatangannya tak bisa diprediksi, terkadang dia hadir begitu saja, seperti perasaan ini yang kadang muncul begitu saja tanpa melihat apakah ini saat yang tepat atau tidak.

Melati, keindahan yang jangan cuma dipetik, tapi harus dicium wanginya disiram tubuhnya, sehingga semakin hari melati tersebut makin tumbuh menjadi dewasa, meskipun pada akhirnya akan layu dan bahkan potel juga dari dahannya. Itu siklus hidup melati, lalu bagaimana dengan dirimu? Yang aku anggap sebagai melatiku.

Aku tak tahu tentang melatiku, karena ketika aku menanamnya dengan hati-hati ternyata dia tidak hanya tumbuh mendewasa tetapi sesaat dia berubah menjadi mawar yang berduri, indah dan harum wanginya, tapi tubuhnya berduri dan bisa melukai.

Tak semua keindahan itu akan memberikan kebahagiaan, dan tak semua yang kelihatannya indah dan baik akan bener-bener indah. Indah sebagai kata sifat yang merepresentasikan sebuah keadaan yang membuat mata terbelalak dan sejenak tidak bisa berfikir dan hanya bisa melihatnya terpaku, terdiam dan tersenyum melihatnya tumbuh menjadi melati yang benar-benar melati.

Bencilah melati itu jika memang dia berubah menjadi mawar, karena itu sudah tidak lagi pada tempatnya, dia sudah mulai berubah menjadi sosok yang lain. Yang mungkin engkau tidak akan lagi mengenalnya, bukan karena sudah lupa tapi engkau hanya tidakk menyangka bahwa dia berubah sedemikian rupa.

Melati, aku membencimu bukan berati aku tak menyukaimu, jika memang melati itu mulai berduri maka apalah daya diriku yang hanya bisa membiarkan diri ini tertusuk oleh dirimu, karena aku tak mau hanya memetik dirimu, yang ingin kulakukan adalah merawat dan menjadikanmu melati yang sesungguhnya. Karena itu semua bukan karena betapa besar rasa sukaku padamu, tapi itu lebih kepada aku yang sudah menjadikan diri ini tempat engkau kembali untuk lebih mendewasa lagi dan merengkuh kesejatian sebagai melati yang harum mewangi.

Lalu ketika engkau ingat melati sebagai ekspresi perandaian dirimu, apa yang engkau ingat, jujur saja awalnya akan bahagia-bahagia saja, tetapi lama kelamaan akan terasa sekali kehadirannya sudah tak lagi ada disisimu, melainkan dia sudah dipindah ketempat yang lain, mungkin sekali karena tidak cocok hidup ditempat yang lama, maka dia harus pindah mengisi kekosongan energi akibat ditempatkan ditempat yang tidak seharusnya.

Hujan beberapa hari ini seolah memberikan jadwal yang teratur agar kamu bisa lagi menyesuaikan dengan keadaan disekitarmu, kamu harus merasa lebih peka lagi untuk menatap bagaimana alam ini memperlakukan isinya. Seperti melati yang harus kembali berinteraksi lagi dengan tanah yang baru, dan mungkin pot yang baru, atau bahkan merelakan dirinya untuk dipetik oleh tangan-tangan jahil. Hujan disenja hari secara tidak langsung membuat ekspresi yang merasakan air tetesannya menjadi berbeda, yang dahulu tetes demi tetes membuatku tersenyum karena teringat akan melati yang akan disiram oleh air dari langit dan yang akan menyuburkannya, tetapi kali ini air itu bukan mendatangkan kesenangan, tetapi sedikit duka yang mungkin saja menjadikannya kebal terhadap derasnya hujan diluar sana, dan tetap memandangnya sebagai berjuta-juta panah yang tak akan sampai menusuk hati, karena hatinya serasa udah kebal, bukan karena kuat, melainkan karena begitu pedih dan sakitnya luka itu sehingga sampai tak bisa lagi mengeluh untuk mengatakan sakit.

Tapi sebagai pengagum melati, mungkin engkau hanya akan diam dan sejenak memandang melati tersebut, maka cobalah tersenyum padanya, dan katakan padanya “Melati, aku benci kamu”.

By Andriyas Efendi
Pekanbaru

Dibawah langit yang sama

Perlahan matahari mulai tenggelam, pertanda akan datangnya sang malam. Ini merupakan fase dari salah satu tugas matahari yang selalu menerangi bumi dengan cahayanya yang penuh dengan berjuta manfaat. Aku masih terpaku menatap langit yang perlahan cahaya birunya mulai hilang dan perlahan digantikan oleh cahaya mega merahnya pertanda bahwa siang akan berlalu. Bagi siapa saja yang pernah memperhatikan dengan benar-benar mengenai proses kejadian alam ini, pasti sudah benar-benar mengerti tentang apa arti dari kehidupan sebenarnya.
Sejenak melihat kejadian alam menjadikan diri kita akan lebih dalam lagi dalam mengenal kehidupan ini. Seperti juga aku, yang masih begitu perlu banyak belajar lagi. Aku akan selalu berusaha menatap senja itu dan mencari-cari apa sebenarnya makna yang tersembunyi didalamnya.

Karena jika kita terbiasa melihat yang jelas didepan mata dan tak mampu melihat lebih jauh kedalam maka aku gak akan berkembang, yang ada malahan aku bakal diam ditempat. Padahal hidup ini ya harus terus move, terus gerak dan jalan.

Senja, denganmu aku bisa terpaku sejenak menatap perubahan alam ini, sejenak aku bisa meluangkan beberapa waktuku untuk mengingat kejadian-kejadian apa saja yang pernah terjadi kala waktu matahari itu mulai tenggelam. Aku tak mengerti mengenai apa arti sebenarnya dari senja, apa yang dirasakan setiap orang mengenai senja, tetapi yang aku rasakan saat menatap senja hari, yang kuingat hanya kumpulan-kumpulan penyesalan yang perlahan mulai hilang layaknya matahari yang tenggelam, tetapi esok paginya terbit lagi dan begitu terus, hilang dan muncul kembali.

Seolah diri ini sedang dipermainkan dengan permainan yang begitu halus, karena permainan ini bukanlah mainan ketika kecil dulu yang jika kita lari, kesandung dan terjatuh lantas terluka, kita tak pernah merasakan bingung ataupun tak mengerti kenapa kita terluka, ini luka yang penuh dengan ketidak jelasan. Luka itu bukanlah luka yang nampak jelas diluarnya, melainkan luka yang bisa membuatmu menjadi orang yang tegar, karena berusaha menyembunyikan segala kesedihanmu. Luka yang bisa membuatmu tersenyum pada dia dan siapa saja yang melukaimu.
Luka yang kamu teringat akan dirinya bukannya semakin sembuh, tetapi luka itu serasa semakin lebar, perasaan tidak terima, perasaan ingin balas dendam dan bahkan perasaan untuk melampiaskan kesemuanya itu. Lantas apakah selalu setiap senja hanya akan datang perasaan-perasaan kita yang dipermainkan, apakah kedatangan senja hanya selalu berkutat mengenai patah hati?

Apakah senja begitu bersalah sehingga dia layak dipersalahkan, apakah jika suatu ketika terjadi kejadian indah kala senja itu lantas engkau mengatakan “Senja, hadirmu mendatangkan sejuta kebahagiaan”, atau engkau akan mengatakan “Senja, luka yang engkau hadirkan belum juga sembuh, tetapi engkau sudah menambahnya dengan luka yang baru”.
Senja tidak bersalah, dia bukan hanya sebagai pelampiasan kesedihan banyak orang, tetapi sebenarnya senja itu ingin menunjukkan jika aku dan kamu saat ini sedang menyaksikan suatu hal yang sama, menunjukkan jika sebenarnya kita itu hidup disatu atap yang sama.

Jika memang kita dipisahkan, tentunya masih berada dilangit yang sama. Ya sama, langit kita sama, bahkan sampai kita matipun, langitnya tetep sama. Tapi apakah kita menyadari jika kita sebenarnya ada untuk bersama? Apakah jika kita dipisahkan lantas kita pasti berpisah? Begitu juga apakah jika kita dipersatukan, kita benar-benar bersatu?
Tentunya akan tetap ada yang namanya perbedaan, yang mungkin terlalu sulit untuk dimengerti dan bahkan mungkin terlalu rumit juga untuk dijelaskan. Itu mengapa terkadang luka itu muncul tanpa sebab, ataupun jika sebabnya ada, tetapi rasa yang dirasakan pastinya tak bakal bisa benar-benar menunjukkan rasa yang sebenarnya.

Karena ketika kita berada ditempat yang sama, lantas apakah kita benar-benar berada ditempat yang sama? Bukankah jeruji-jeruji yang menghalangi aku dan kamu bersatu itu tetap ada, bukankah semua yang kita lakukan juga bakal bisa jadi pemicu yang suatu saat kelak akan memisahkan kita lagi.

Setidaknya jika kita berada dilangit yang sama, maka usahakan kita memiliki visi yang sama, serta misi yang akan kita jalankan bersama juga, karena seperti kata orang-orang, melakukan hal bersama-sama itu akan menjadikan pekerjaan akan lebih ringan, tetapi disini bukan hanya mengenai membagi satu pekerjaan menjadi banyak, melainkan menentukan kerja masing-masin, sehingga akan tercipta sebuah sinergi yang akan menyatukan kita.

By Andriyas Efendi
Pekanbaru