Skip to content

Month: September 2015

Aku Takut Jadi Sombong

Apa yang terjadi ketika kita berhasil mencapai mimpi? Hohohoho,, senang bukan. Tetapi, jangan lupa, ketika kita sudah diatas jangan lupa bahwa kita bisa menjadi seperti ini dikarenakan usaha serta perjuangan sebelumnya. Mungkin ini bukan kisah yang bener2 sukses, tapi jujur sebentar lagi gue wisuda,, yessssss. Setelah hampir 5 Tahun dijogja gue sebentar lagi wisuda, sepertinya perjuangan gue selama ini akan berakhir. Tapi sesungguhnya akan tiba masa sulit lagi, yaitu dunia yang sesungguhnya.

Ketika gue udah mau wisuda gini, terkadang serba salah kalo ada temen-temen yang coba ngungkit-ngungkit hal-hal tentang wisuda itu. Bahkan, sebagian dijadikan sebagai ajang untuk ejek-ejekkan, apalagi kalau disekitar gue ada orang yang belum selesai. Kan gak enak jadinya, itu mengapa aku takut banget jadi orang “sombong” yang bangga karena udah lulus.

So, buat mereka yang masih belum lulus dan masih berjuang, tetap semangat ya,, 🙂


Kisah yang tertunda

25 September 2015, ada banyak hal yang telah terjadi, baik itu secara langsung mempengaruhi mood seseorang untuk menulis atau sekedar membuatnya menjadi malas. Yapp, setiap orang pasti memiliki rasa malas, hal itu mudah terjadi ketika sudah tidak ada lagi aktivitas yang dipaksa, semua aktivitas hanya dijalankan sesuai dengan keinginan hati seseorang saja. Sehingga, rasa tanggung jawab itu pastinya akan berkurang.

Entah itu malas yang sekedar tidur seharian ataupun bahkan Cuma nonton film aja jadinya, atau bahkan Cuma latin video youtube yang kadang Gag jelas itu. Kali ini gue akan cerita tentang sebuah peristiwa yang biasanya dijadikan alasan untuk seseorang mengelak dari kenyataan pahit yang terjadi. “Kisah yang tertunda” apakah itu kalimat yang benar atau hanya pembelaan saja bagi orang-orang yang tersiksa. Mari sedikit kita telaah maksud dan kebiasaan orang yang mengatakan hal tersebut.

Kita mulai dari alasan, “kisah yang tertunda” biasanya dijadikan alasan ketika seseorang menyukai lawan jenisnya tetapi tidak bisa mengungkapkannya atau kecewa terhadap satu hal, maka kata ini dijadikan sebuah motivasi untuk mencoba sabar menghadapi semuanya dan yakin kelak, kisah indah yang diinginkan akan terjadi. Please deh,, Benar memang kalau sesuatu belum terjadi pasti akan terjadi, tetapi bukankah semuanya terjadi bukanlah semata-mata keinginan kita semata, ada banyak faktor yang menjadikan sebuah peristiwa akan terjadi, itu mengapa merencakanan dan menginginkan kisah versi kita mungkin bisa dikatakan egois, karena belum tentu kisah versi kita tersebut akan lebih baik dari kisah lainnya. Bisa jadi kisah kita tersebut hanya akan membuat orang lain menjadi teruka, nah jadi sebaiknya lain kali bukanlah kisah yang tertunda, tetapi kisah tersebut tidak terjadi saat ini.

Sama aja ya,, ya begitulah ini semua hanyalah opini saya semata, bisa jadi saya salah. Keep movin in,,,


Cinta Yang Tulus

Beberapa waktu yang lalu gue iseng nyari kehidupan OVJ (Opera Van Java) antara Gisel dan Desta. Karena di acara itu sepertinya kok asyik banget ketika mereka berdua lagi berantem ya, kayak ada manis-manis dan pahitnya gitu jadinya kan. Nah dari situlah ada adegan ketika Desta rela melepas Gisel lalu dimainkanlah sebuah lagu sendu yang mendayu-dayu. Sepertinya siapapun yang mendengarnya bakalan tersentuh gitu.

Lalu apakah benar lagu itu sesedih yang sebenarnya? Karena penasaran akhirnya gue cari-cari lagu itu di youtube. Dan ketemulah ternyata lagu itu judulnya “Cinta Yang Tulus” yang dinyanyikan oleh Bang Gito Rollies. Lagu itu menceritakan tentang seorang hamba yang berserah diri dengan Tuhannya. Dilagu ini diperlihatkan sekilas tentang kehidupan bang Gito, karena penasaran gue cari juga sedikit-sedikit cerita tentang beliau. Dan ternyata perjalanan menuju cahaya yang beliau lakukan itu sangat panjang. Semoga beliau diberikan tempat sebaik tempat di Akhirat sana.

Apa yang bisa kita ambil dari hal ini? Terkadang kita begitu sibuk memikirkan cinta-cinta yang palsu dan semu. Padahal sejatinya kita memiliki cinta yang sejati, cinta yang mutlak. Yaitu, cinta kepada Sang Pencipta diri kita. So, sebaiknya kita mulai merenungkan hal ini. Owya, adzan Dhuhur sudah berkumandang, mari kita bersiap-siap.

Untuk yang penasaran dengan lirik lagunya seperti dibawah ini :

Cinta Yang Tulus

Cinta yang tulus di dalam hatiku

Telah bersemi karenamu

Hati yang suram kini tiada lagi

Tlah bersinar karenamu

Ohh…

Biarkan hujan membasahi bumi

Atau bulan yang tiada berseri

Namun jangan kau biarkan cintaku

Yang tulus suci hanya padamu

Semua yang ada padamu ohh…

Membuat diriku tiada berdaya

Hanyalah bagimu untukmu tuhanku

Seluruh hidupku

Semua yang ada padamu ohh…

Membuat diriku tiada berdaya

Hanyalah bagimu untukmu tuhanku

Seluruh hidup dan cintaku

Ohh…

Cinta yang tulus di dalam hatiku

Telah bersemi karenamu

Hati yang suram kini tiada lagi

Tlah bersinar karenamu

Semua yang ada padamu ohh…

Membuat diriku tiada berdaya

Hanyalah bagimu untukmu tuhanku Seluruh hidupku

Semua yang ada padamu ohh…Membuat diriku tiada berdaya Hanyalah bagimu untukmu tuhanku Seluruh hidup dan cintaku

Ohh…

Baik gimana udah meleleh?? Kalo kurang silahkan cari videonya di youtube biar makin meleleh ya. Itu saja curhatan  saya kali ini. Semoga bermanfaat, Terima Kasih. 🙂


Apa cita-citamu?

Ada kejadian yang menarik ketika aku mau makan malam, kebetulan malam ini aku makan Capcay Goreng didekat kos, yang sebenrnya kalo ditempat ini aku biasanya beli rica-rica ayam. Wuihhhh,, sedapppp,, tapi kali ini ya cuman pengin yang ringan-ringan aja deh. Nah karena itu mulai lah aku makan, tiba-tiba datang dua orang, laki-laki dan perempuan yang menurut asumsiku ya mereka pacaran, atau mungkin sahabat dekat (bukan sahabat modus). Karena mereka ini terlihat akrab maka suka bahas-bahas sesuatu yang agak menggelitik gitu. Membuka percakapan diantara mereka, maka sang perempuan memulai pembicaraan. Untuk membermudah aku kasih inisial ya, yang perempuan (P) dan yang laki-laki (L).

P :           L, kamu kalau ditanya cita-cita jawabnya apa?

L :            Apa ya??, kalo dulu sih aku jawab pengin jadi orang sukses, yang kaya, terus sukses dunia akhirat juga.

P :           Bukannya itu lebih masuk dari kata selamat dari dunia akhirat yakkkk.

L :            Enggak donk, Lahhh kamu sendiri cita-cita nya apa P??

P :           Pengin jadi istri yang shalehah,

L :            Bukannya itu keinginan semua wanita ya, apalagi yang hidup di kota gini kan, dimana godaan dan cobaan banyak menerka kan.

P :           Nah itu dia, aku jadi bingung ini.

Oke, itu sekilas dari percakapan dua insan yang aku dengar tadi. Nah, kalo kita perhatikan pastinya jawaban-jawaban itu gak jauh beda donk sama jawaban kita kalau ditanya seperti itu. Gak tau kenapa sepertinya gak ada jawaban yang lain ya, atau mungkin sistem pendidikan yang mengajarkan kita untuk memiliki pola pikir yang sama antara satu dengan yang lain. Dulu gue pernah berfikir untuk bisa jadi “Dokter”, tapi seiring berjalannya waktu, keinginan itu mulai pudar karena profesi serta kerjaan dokter itu ternyata gak semudah yang aku fikirkan. Ketika lihat darah aja aku kadang bisa langsung mual, kok mau jadi dokter. Padahal kalo sebenernya kita menjalaninya dengan nikmat bisa jadi kita gak takut ama darah lagi kan. Mungkin itu, kebegoan yang gue miliki.

Tapi, gak papa deh, udah ada jalan lain untuk aku memulai hidup yang baru dengan cita-cita serta harapan yang baru, yang insyaAllah bisa tercapai dengan izin Allah. Oleh karena itu mari kita sama-sama menetapkan sesuatu yang kita sukai, dan jadikan itu cita-cita agar ketika kita hidup kita dipenuhi dengan rasa senang dan tidak ada penyeselan.

Itu saja tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat. Terima kasih… 🙂