Skip to content

Month: December 2015

Masih disini, Masih Menunggumu

Terdiam diujung hari, ketika mata sudah serasa 5 watt, kelap kelip redup entah mau tenggelam ataukah tidak. Tetapi ada sebuah alasan mengapa mata ini serasa tak ingin menutupnya untuk mengistirahatkan diri. Yap, menunggu. Tiap manusia pastinya pernah merasakan menunggu, baik itu sekedar nunggu temen yang katanya mau main kekos kok gak dateng-dateng, atau nungguin dosen yang ditunggu tapi gak ada tanda-tanda kehidupan dari dosen tersebut (horor). Atau mungkin yang lagi kangen nungguin kabar dari si dia yang jauh entah dimana dan sedang apa sekarang kan.

Menunggu bagi sebagian orang pasti membosankan, begitu juga dengan saya. Apalagi yang kalo nunggunya itu gak kira-kira, maksudnya yang ditunggu siapa dan mau apa, serta akan dibawa kemana setelah menunggu itu kok gak jelas kan, mendingan cari sungai terdekat, lalu loncat dehhh.. ?

Lantas kebiasaan-kebiasaan apa aja yang biasanya dilakukan oleh manusia-manusia yang lagi menunggu ?

Mainan Hape

Udah bukan rahasia lagi kalo anak jaman sekarang mah gak bisa lepas dari hape, cuman kalo orang-orang yang lagi nunggu itu make hapenya agak beda. Biasanya cuma buka menu, lalu geser-geser, entah apa yang dicari, berharap ada kabar dari orang yang ditunggu. Atau sekedar untuk menghilangkan rasa bosan ketika menunggu. Trus ada lagi yang radak aneh, karena bukan menu hape dan kayaknya udah biasa kalo sekedar liatin menu doang, ini cuman buka kunci hape lalu kunci lagi, gitu terus tu,, ? Kurang kerjaan bener kannn,,,

Stalking

Nah kalo yang ini kayaknya bukan rahasia lagi deh, kerjaan yang aneh banget ini, sambil nunggu, liat-liat BBM, FB atau stalking member JKT48, oh dek nabilahhh,, ? fokus fokus,, Sebenernya kegiatan stalking ini bisa sangat bermanfaat, karena kita jadi tahu kegiatan apa yang dilakukan oleh korban stalking, lantas kita bisa merencanakan apa saja yang akan kita lakukan terhadap pelaku ini

Awalnya dengerin musik lalu Nyanyi

Udah bukan rahasia lagi ya, biasanya kalo lagu yang didengerin pastinya bakal dinyanyiin. Gayanya sok sok lypsing gitu kan, padahal yo suarane ra bakal podo karo penyanyine. Tapi kebiasaan ini bisa jadi penghilang stres loh,, buktinya pas tadi aku pulang kerja kepala pusing abis, trus iseng putar lagu “Alam Surgawi”, lagu nostalgia waktu SMP dulu, Alhamdulillah sekarang udah hilang tuhhh,, bukan efek lagunya tapi kayaknya efek susu deh,, wkwkwkwk ?

Curhat di Blog

Curhat di blog bisa jadi alternatif buat orang yang lagi nunggu dan merasa bosan, daripada bengong dan liatin hape yang layarnya kecil itu, mending buka Dashboard, Add new post, lalu nulis deh apa aja yang mau ditulis. Entah itu curhatan kenapa lagi nunggu, atau hal-hal apa aja yang sekiranya bisa ditulis untuk dijadikan sebagai artikel di blog sendiri.

Sebenernya masih banyak kegiatan lain yang dilakuin orang yang lagi nunggu, mungkin beberapa poin diatas cuma mewakili beberapa orang saja. Mungkin ada juga yang lebih aneh dari itu, kayak nari-nari atau teriak-teriak gak jelas mungkin. Apapun itu, jadikan momen anda menunggu menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Okehhhhh,,

Ibu, engkau wanita yang ku Cinta Selama Hidupku

Sore ini minggu 13 Desember, kesempatan yang sebenarnya jarang terjadi, nntonin film-film lucu dan stalkingan (hehehe), tiba-tiba speaker di mesjid sebelah mengumandangkan Lagu dari Sakha yang Judulnya “Ibuku”. Entah ngapa lagu ini sering banget diputerin, mungkin takmirnya kangen kali sama ibunya. Secara tidak sadar lagu ini bakal buat kamu rindu pada orang rumah. Terutama pada sosok yang sering dipanggil “Ibu” atau kalo aku biasanya manggil “Mamak”. ?

Banyak yang telah diajarkan oleh seorang ibu kepada anaknya, termasuk bagaimana melihat pribadi orang lain serta menikmati indahnya hidup ini. Seorang ibu pasti memiliki harapan-harapan terhadap anaknya, berbagai macam keinginan ibu tersebut ada kalanya diungkapkan, ataupun disembunyikan. Tetapi diam-diam doanya selalu terbaik untuk putra putrinya.

Yang jelas, seorang Ibu pasti selalu rindu pada anaknya, begitu juga sebaliknya seorang anak pasti rindu ama ibunya. Rindu ketika kecil mau berangkat sekolah di suapin sarapannya, atau rindu masakan-masakan emak yang enak itu.. Hahahahaha,,, miss u mom,,, 🙂

Sakha “Ibuku”

Sebening tetesan embun pagi…
Secerah sinarnya mentari…
Bilaku tatap wajahmu oh ibu…
Ada kehangatan didalam hatiku…
Air wudhu’ selalu membasahimu…
Ayat suci selalu dikumandangkan…
Suaramu penuh keluh dan kesah…
Berdoa untuk putra putrinya…
(Chorus)

Oh ibuku…

Engkaulah wanita…
Yang ku cinta selama hidupku…
Maafkan anakmu bila ada salah…
Pengorbananmu tanpa balas jasa…

Ya Allah ampuni dosanya…
Sayangilah dia seperti menyayangiku…
Berilah dia kebahagiaan…
Di dunia juga diakhirat…

Indah terasa Indah

Kok tiba2 inget lagunya Padi yang “Kasih Tak Sampai”, ada apa dengan makna dibaliknya?? Sekali lagi terkadang sebuah lirik bisa mengingatkan kita pada seseorang ataupun kejadian yang mungkin pernah berkesan dalam diri kita.

Nah kali ini gak akan dibahas mengenai kasih yang tak sampai, tapi ada pengalaman yang ancur banget, ini terjadi pas aku masih SD. Saat itu aku sekolah disebuah SD negeri yang siswanya lumayan rame dengan ruangan yang nyaman serta kaca-kaca jendela yang pecah karena ulah siswanya, yapp kaca-kaca itu pecah dikarenakan lembaran bola kasti. Permainan yang hampir tiap jam olahraga di mainkan, yappp kasti. Itu sebenarnya sebuah permainan balas dendam, karena biasanya siapa yang berhasil melempar kita dengan bola, orang tersebut akan diingat dan akan dilupakan ketika sudah membalas perlakuan yang dilakukannya terhadap kita.

Ketika SD dulu sebenarnya aku sudah ada suka terhadap satu orang yang kebetulan namanya “Indah”, yang anehnya aku ketemu dia terakhir itu pas lulus TK, gilaa kecil banget gue masihan,, terlalu cepat dewasa mungkin. Ya selain karena faktor suka, mungkin karena sering diejekin jadi ya lama2 jadi suka.

Cuman ada kesalahan persepsi terhadap sosok bernama “indah” ini, orang-orang yang ngejekin rata-rata menyambungkan nama “indah” dengan seorang wanita yang tinggal di jalan poros, tetapi sesungguhnya bukanlah dia yang aku maksud, entah mengapa mereka ngejekin ke orang itu. Mungkin karena cuman dia yang mereka tahu bernama indah.

Wajar sih, ketika lulus TK aku gak nemui lagi si “indah” ini, karena ternyata setelah lulus dia beserta keluarganya pindah entah kemana, jadi sampai sekarangpun kalo inget orangnya aku pun pastinya udah lupa kayak apa dianya,, Mungkin dia hanya akan jadi Wanita Misterius dalam hidupku. :D,,

Dengarkanlah Isi Hatiku

Dengarkanlah isi hatiku, sebuah kalimat yang sering ada dan pastinya ingin sekali ada yang mendengar suara hati ini ya, yappp itu lah yang di lantunkan oleh Iwan Fals dalam salah satu lagunya,

Sayaaangku, dengarkanlah isi hatiku,

Sebait lirik diatas sebenarnya merupakan sedikit ungkapan kekecewaan dikarenakan kemungkinan besar selama ini suara hatinya tidak ada yang merespon ataupun dia yang disukanya tidak peka untuk menangkap apa maksud #kode yang sudah diberikan.

Lalu bagaimana pandangan seorang Andri dalam hal ini?  hahahahaha,,, oke, serius mode on. ?

Bagi aku sendiri, sebaiknya tak perlulah kita memaksa orang lain untuk memaksa tuk mengerti apa yang kita inginkan, atau berharap dia mau mendengarkan isi hati kita. Karena pandangan tiap orang dalam memandang sebuah #kode ataupun problem pasti berbeda. Dan hasilnya, yang terjadi hanyalah kecewa karena keinginan kita tak sesuai dengan respon darinya, itu karena terlalu berharap kepadanya. Make it simple!! Daripada sibuk berharap, mengapa tidak mencoba sedikit langkah baru, yaitu dengan sedikit cuek padanya,,, hahahahaha, ini mah solusi menyesatkan,,, [JANGAN DICOBA]..

Oke, karena sebenarnya tak ada yang mengerti tentang diri ini selain kita sendiri dan sang Pencipta. Jadi solusi sesungguhnya yang saya tawarkan adalah cobalah untuk berusaha jujur serta berterus terang dengan dia yang kita sayangi tentang apa sih sebenarnya yang kita inginkan. Dan cobalah mengerti dengan apa yang dia inginkan juga, jadi akan tercipta hubungan timbal balik antara kamu dengannya. Sehingga kelak akan menemukan sebuah titik temu ketika keinginanmu dan keinginannya sama, nahhh untuk menemukannya butuh proses, mungkin ada perbedaan diantara pemahaman keduanya, tetapi kita make teori magnet.

Bukankah magnet itu baru bisa saling tarik menarik ketika berbeda kutub (Utara dan Selatan), jadi tidak selamanya persamaan itu akan menimbulkan daya tarik. Bisa jadi malah akan saling menolak seperti kutub magnet (Utara dan Utara, Selatan dan Selatan).

Ini malah belajar FISIKA,, nooooo,, but itulah yang sepertinya terjadi. Banyak yang berusaha mencari persamaan untuk dicocok2an, lantas kalo udah sama apakah beneran bakal cocok?? Sekali lagi itu keindahan perbedaan, seperti teori Bhinekha Tunggal Ika, yang sepemahaman saya maksudnya adalah :

Biarlah kita berbeda, asalkan tujuan kita sama.

Nah, berharap tulisan ini bermanfaat, sekali lagi, ini hanyalah opini saya saja, jadi anda mau ikuti monggo silahken, kalo enggak ya gak papa. Hahahahahaha,, see ya,,, :)