Skip to content

Month: February 2016

S.H.M.I.L.Y

Ada yang menarik dari sebuah kalima itut, mungkin bukan karena dari siapa kata itu terucap, tetapi lebih kepada untuk apa kata itu terucap. S.H.M.I.L.Y, rangkaian kata yang dijadikan sebuah singkatan pendek. Teringat seketika aku akan dirimu yang sebentar lagi mau meninggalkan jogja, kayak apa ya? Aku juga ingin kembali kerumah. Tapi mungkin sebentar lagi, apa sekiranya ini nyata atau hanya hayalan semata. Sebentar lagi aku bakal meninggalkan jogja, entah itu untuk selamanya ataupun hanya sebentar saja ya.

See How Much I Love You, ingin kuucapkan itu padamu. Tapi apalah daya, mungkin ini hanya seperti hayalan yang mungkin entah itu terjadi apa tidak, aku juga gak ngerti. Sebenarnya yang kupedulikan itu cuman kamu, iya kamu. Gadis dengan foto segelas kopi dengan baju warna merah serta jilbab oranye.

Ngomong-ngomong soal mudik, sepertinya tiap orang harus mengalaminya ya, karena mungkin ini seperti ikan salmon yang harus kembali lagi ketempat asalnya meskipun suka berpindah-pindah. Ini bukan soal ego yang pengin hidup dikota, tapi ini lebih untuk mencari pengalaman biar bisa melihat apa yang belum bisa dilihat kalo berada didesa. Sebenarnya aku lebih enak didesa, ini dikarenakan kehidupan yang adem ayem, serta orang-orangnya yang saling peduli satu sama lain.

Aku jadi kangen sama Ngawi yakk, ini kangen Ngawinya atau dia yang diNgawi, eh udah-udah fokus-fokus, disana itu rasanya enak, meskipun susah sinyal, tapi ya tetep enak, kenapa ya? mungkin karena aku lahir disana kali ya, pengin kesana deh, tapi kok menyedihkan ntar kalo kesana, semua mbak serta mas-mas aku disana udah pada nikah. Ntar palingan bakal ditanyain arep kapan rabi? Halahh,,

Kembali ke paragraf awal tadi, tentang dia yang mau balik ke Riau, semoga lancar-lancar saja ya disana. Baik-baik disana, n semoga selalu sehat dan bahagia yakkkk. 😀


Ketika Ayat-ayat cinta 2 muncul

Hari itu entah kapan aku datang ke gramedia, iseng karena jenuh dengan aktifitas harian maupun dengan segelumit persoalan hidup yang menerpa diri ini. Sejenak kuluangkan waktu jalan-jalan kegramedia, satu-satunya tempat dimana aku bisa ngerasa jadi orang yang bener-bener butuh akan ilmu baru.

Dibanyaknya rak buku yang ada, tiba-tiba mata ini tertuju pada satu buah judul buku yang berada di rak bagian novel, “Ayat-Ayat Cinta 2”, buku ini udah aku tunggu sejak pertama kali aku baca buku “Ayat-ayat cinta”. Pertama kali aku baca ketika SMK kelas 1 atau 2 kalau enggak salah, begitu banyak manfaat yang aku dapatkan dari buku pertama itu. Sekilas buku itu juga mengingatkan akan seoran yang aku titipin buku itu dan sampai sekarang belum berani ambil akunya,, hahahahaha. Mungkinkah harus direlakan, jangan deh, balik besok harus berani ambil buku itu.

Lalu dibalik kisah ayat-ayat cinta itu banyak banget hal-hal yang sebenarnya kalo kita jadikan sebagai renungan bakal muncul sebuah kalimat “sepertinya hidupku belum hidup”. Kalimat itu sebagai sedikit dari banyaknya ungkapan ketika merasa peran diri ini belum begitu banyak, ditambah lagi dengan waktu yang terbuang sia-sia serta pengetahuan yang dangkal menambah lagi kegalauan yang selama ini menerpa diri ini.

Melihat semua kata-kata yang tertulis dibuku, sedikit bisa melupakan kesedihan-kesedihan yang ada, dan ketika dibandingkan dengan kesedihan sang tokoh utama, itu belum seberapa, masih istilahnya tokoh itu lebih menderita akan kerinduan yang berlebihan terhadap seseorang yang katanya tidak diketahui apakah masih hidup atau tidaknya. Sedangkan diri ini masih saja berkutat dengan rindu terhadap orang yang masih diketahui keberadaannya dan masih bisa berkomunikasi dengannya.

Lalu apa pantas dengan masalah yang kecil ini kita lalu melupakan bahwa begitu banyak yang terjadi terhadap orang lain dan ketika masalah tersebut menerpanya, dia masih bisa tersenyum bahagia dan menjalaninya hidupnya.

Efek ayat-ayat cinta 2 seketika sedikit membuka cakrawala pemikiranku, ternyata apa yang aku alami ini karena efek sesuatu yang belum diberkahi, sedangkan bagi orang-orang yang cintanya sudah murni dan sejatipun masih saja ada masalah-masalah yang menerpa apatah lagi jika cinta yang hanya bisa dikatakan cuma pelampiasan nafsu belaka. Mulai sekaran belajar untuk memahami proses dengan baik, agar tidak terlalu terburu-buru dalam memutuskan suatu hal.

Ini bukanlah penyesalan, melainkan seprti pengajaran, ada hal-hal baru yang kita dapatkan dan bisa kita mengerti lebih dalam, sehingga kedepannya kita menjadi lebih siap dengan semua resiko yang telah ada.