Skip to content

Apa cita-citamu?

Ada kejadian yang menarik ketika aku mau makan malam, kebetulan malam ini aku makan Capcay Goreng didekat kos, yang sebenrnya kalo ditempat ini aku biasanya beli rica-rica ayam. Wuihhhh,, sedapppp,, tapi kali ini ya cuman pengin yang ringan-ringan aja deh. Nah karena itu mulai lah aku makan, tiba-tiba datang dua orang, laki-laki dan perempuan yang menurut asumsiku ya mereka pacaran, atau mungkin sahabat dekat (bukan sahabat modus). Karena mereka ini terlihat akrab maka suka bahas-bahas sesuatu yang agak menggelitik gitu. Membuka percakapan diantara mereka, maka sang perempuan memulai pembicaraan. Untuk membermudah aku kasih inisial ya, yang perempuan (P) dan yang laki-laki (L).

P :           L, kamu kalau ditanya cita-cita jawabnya apa?

L :            Apa ya??, kalo dulu sih aku jawab pengin jadi orang sukses, yang kaya, terus sukses dunia akhirat juga.

P :           Bukannya itu lebih masuk dari kata selamat dari dunia akhirat yakkkk.

L :            Enggak donk, Lahhh kamu sendiri cita-cita nya apa P??

P :           Pengin jadi istri yang shalehah,

L :            Bukannya itu keinginan semua wanita ya, apalagi yang hidup di kota gini kan, dimana godaan dan cobaan banyak menerka kan.

P :           Nah itu dia, aku jadi bingung ini.

Oke, itu sekilas dari percakapan dua insan yang aku dengar tadi. Nah, kalo kita perhatikan pastinya jawaban-jawaban itu gak jauh beda donk sama jawaban kita kalau ditanya seperti itu. Gak tau kenapa sepertinya gak ada jawaban yang lain ya, atau mungkin sistem pendidikan yang mengajarkan kita untuk memiliki pola pikir yang sama antara satu dengan yang lain. Dulu gue pernah berfikir untuk bisa jadi “Dokter”, tapi seiring berjalannya waktu, keinginan itu mulai pudar karena profesi serta kerjaan dokter itu ternyata gak semudah yang aku fikirkan. Ketika lihat darah aja aku kadang bisa langsung mual, kok mau jadi dokter. Padahal kalo sebenernya kita menjalaninya dengan nikmat bisa jadi kita gak takut ama darah lagi kan. Mungkin itu, kebegoan yang gue miliki.

Tapi, gak papa deh, udah ada jalan lain untuk aku memulai hidup yang baru dengan cita-cita serta harapan yang baru, yang insyaAllah bisa tercapai dengan izin Allah. Oleh karena itu mari kita sama-sama menetapkan sesuatu yang kita sukai, dan jadikan itu cita-cita agar ketika kita hidup kita dipenuhi dengan rasa senang dan tidak ada penyeselan.

Itu saja tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat. Terima kasih… 🙂

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.