Skip to content

Category: Ramadhan

Cerita Ramadhan : Malam Ke 25, Patah Hati Yang Terdalam

Setiap oran pasti pernah merasakan yang namanya patah hati, bahkan ada beberapa patah hati yang sampai sekarang pasti masih terasa. Itu kenapa terjadi? apakah karena besarnya dosa serta pengkhianatan cintanya terhadap kita sehingga memberikan luka yang begitu membekas.

Menurut gue, itu semua bukan dikarenakan luka yang ada tetapi adanya pengabaian terhadap dirimu. Engkau sudah menyiapkan tempat yang indah untuknya, tetapi entah mengapa dia mengabaikan, mungkin itu yang bikin kamu kecewa dan menjadikannya sebuah luka.

Tetapi, luka harus disembuhkan agar tidak terjadi sebuah penyesalan yang semakin mendalam. Itu mengapa, sebaiknya mulailah untuk move on, agar tidak menyesal dikemudian harinya. Terima kasih 🙂

Home sweet Home

Rumah, adalah tempat tinggal tetap kita dan tempat kita kembali dari kejauhan. Kemanapun kita pergi, pasti tetap akan kembali kerumah kita. Kecuali kalau rumahnya dijual, jadi pindah deh. Rumah juga tempat kita dibesarkan, membangun pribadi, serta momen-momen indah yang kadang tak ingin dilupakan, tetapi entah kenapa bisa terlupakan. Aku sudah lupa ketika pertama kali aku menginjakkan kaki disini, katanya sih tahun 1993, sekitar bulan Maret atau April. Aku tak ingat karena saat itu aku masih berumur 3 bulan.

Aku lahir bukan di Sungai kuning, itu wilayah di Kabupaten kuantan singingi, provinsi Riau. Melainkan, aku lahir di Ngawi, salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur, tepatnya di desa Bringin, dusun Nampu. Aku dilahirkan pas hampir waktu maghrib, dan ceritanya saat itu sedang hujan. Udah gitu yang bikin nyesek adalah, aku berada didalam kandungan selama 12 bulan, jadi sebenarnya kalo dihitung normal aku sebenarnya lahir di tahun 1992, dibulan September. Tetapi takdir berkata lain, jadi lahirlah aku dibulan Januari. Yapp Januari, tapi bukan 11 Januari.

Di rumah akan ada banyak kenangan yang terjadi, terkadang itu indah, tapi kadang itu juga agak sedikit menyedihkan, karena disanalah kita dididik sejak kecil, sehingga ketika besar jadi manusia yang tidak kurang ajar gitu. Disini, dirumah ini, sejak kecil dilatih agar menjadi anak yang baik. Dan gak neko-neko, biar kalo dilihat orang bisa nyaman dan adem.

Oleh karena itu, aku sebagai anak sebisa mungkin jangan berprilaku yang aneh-aneh deh, biar jangan sampai kejadian suatu hal yang membuat kedua orang tua merasa malu menghadapi anak seperti aku.

Setiap kita pasti memiliki Rumah yang istimewa, dan sejauh apapun kita pergi pasti akan kembali juga kan. Bahkan bagi yang merantau ketika kembali kerumah, rasanya itu sudah tidak ingin keluar rumah itu. Begitu juga dengan saya, bisa dikatakan saya malah gak pernah keluar rumah, selama Ramadhan ini bisa dihitung berapa kali saya keluar rumah. Sisanya ya saya habiskan dengan duduk dirumah, ataupun sekedar bantu-bantu bapak dirumah. Udah itu aja,,

Itulah sepenggal cerita tentang rumah, Tempat kita kembali.

Cerita Ramadhan : Malam Ke 17, Mudik Ke Riau

Ada yang berbeda dengan perjalanan mudik kali ini,, yapp pas puasa. Pada tau sendiri kan kalo kadang-kadang orang yang pergi melalui pesawat itu suka nyebelin. Ada yang berpakaian seadanya, yang narsis, bahkan ada yang dari pesawat take off, dan diatas masih sempat-sempatnya dandan lagi, pas pesawat landing dia dandan lagi, duhhhh. Ini kisah tentang perjalanan yang sebenernya gak ngenakin, tapi ya diceritain aja deh. Seperti apa kisahnya, mari kita bahas lebih lanjut.

Cerita Ramadhan : Malam Ke 16, Puasa Terakhir dijogja

Jogja, sebuah kota yang akan selalu memberikan sebuah kesan yang mendalam bagi siapapun yang datang kesana. Baik itu sekedar jalan-jalan atau menuntut ilmu. Berpuasa di jogja bukanlah hal yang buruk, toleransi dan keindahan jogja menjadikan kita lebih betah untuk berpuasa. Tetapi ada yang aneh dengan berpuasa di kota, yappp godaan begitu banyak. Yang terkadang membuat kita jadi serba ragu apakah puasa ini masih ada pahalanya atau tidak. Oke, seperti apa puasa terakhir pada ramadhan kali ini dijogja? Mari kita jelaskan….

Cerita Ramadhan : Malam Ke 13, The finalWar

Akhirnya hari-hari yang ditunggu itupun tiba. Yapp, ujian pendadaran. Ujian terakhir yang akan menentukan apakah lulus apa tidak. Sebenarnya sih cuman 6 sks, tapi ya harus diusahakan dengan maksimal donk biar gak nyesel, karena kan ini cuman sekali seumur hidup gitu kan. Walau sebenernya mata masi ngantuk karena semalam kan tidurnya cuman 2 jam, itupun bentar2 bangun. Sedih memang tapi gak apa deh,,

Cerita Ramadhan : Malam Ke 12, Besok FinalWar

Akhirnya tiba juga dihari ini, yapp besok adalah finalWar, yang merupakan ujian pendadaran atas skripsi yang saya kerjakan. Galau, bingung, deg2an, tapi seru. Kapan lagi gue bakal ngerasain semua ini. Gakkan terulang dua kali rasa seperti ini, rasa yang terpendam. Terpendam jauh didalam hatiku, sampai tak kusadari jika ternyata sisa-sisa puing runtuhan dari perjuangan setahun ini sudah menghasilkan sebuah naskah yang siap untuk diuji.

Bingung, tapi belm bikin slide presentasi. Karena masih sedikit bingung apa yang mau disampaikan, akhirnya siap-siap aja deh jadinya. Milih baju, sepatu, dan hal-hal kecil lainnya biar ketika besok berangkat tidak ada yang terlupa. Karena bisa jadi apa yang kecil itu akan bikin kita jadi gagap, dan bingung. Gue gak mau itu terjadi, so disiapin deh dari malem.

Ada yang aneh dengan baju putih dan jas almamater kampus, yapppp. Cengkrang, tapi masih muat sih. Aneh, apakah tangan aku nambah panjang ya, kok bisa secengkrang ini. Tapi ya its oke lah,, daripada takda kan. Untuk menghadapi ujian ini harus fit, sehingga rencananya malam ini akan tidur cepet.

Bener, ternyata gak bisa tidur, mata baru terlelap ketika waktu sudah jam setengah satu. Good, langsung deh mandi biar seger. So semangat buat ujian pendadaran ya.. 🙂

Cerita Ramadhan : Malam Ke 11, Malam Minggu Skripsi

Oke, jadi ini adalah sesi MMS (Malam Minggu Skripsi), yapp itu adalah malam minggu yang lumayan kelabu buat para Jomblo kesepian yang sedang skripsi. Galau, iya, menderita, banget, tapi tetep optimis dan semangat dalam mengerjakan skripsi. Biar apa yang diusahakan selama hampir satu tahun ini bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dikatakan something gitu kan..

Cerita Ramadhan : Malam Kesepuluh, Buka bersama FOSSIL

Oke, ini ceritanya diundang oleh salah satu orma di kampus aku, yapp namanya FOSSIL (Free Open Source Software Interest League), organisasi ni ngajarin aku banyak hal. Salah satunya jadi tukan fotokopi, yappp, kerjaan tukang cetak, tukang tempel brosur biasanya dapet aku. Tapi, kalo diminta untuk desainnya ampun dahhh.