Skip to content

Home sweet Home

Rumah, adalah tempat tinggal tetap kita dan tempat kita kembali dari kejauhan. Kemanapun kita pergi, pasti tetap akan kembali kerumah kita. Kecuali kalau rumahnya dijual, jadi pindah deh. Rumah juga tempat kita dibesarkan, membangun pribadi, serta momen-momen indah yang kadang tak ingin dilupakan, tetapi entah kenapa bisa terlupakan. Aku sudah lupa ketika pertama kali aku menginjakkan kaki disini, katanya sih tahun 1993, sekitar bulan Maret atau April. Aku tak ingat karena saat itu aku masih berumur 3 bulan.

Aku lahir bukan di Sungai kuning, itu wilayah di Kabupaten kuantan singingi, provinsi Riau. Melainkan, aku lahir di Ngawi, salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur, tepatnya di desa Bringin, dusun Nampu. Aku dilahirkan pas hampir waktu maghrib, dan ceritanya saat itu sedang hujan. Udah gitu yang bikin nyesek adalah, aku berada didalam kandungan selama 12 bulan, jadi sebenarnya kalo dihitung normal aku sebenarnya lahir di tahun 1992, dibulan September. Tetapi takdir berkata lain, jadi lahirlah aku dibulan Januari. Yapp Januari, tapi bukan 11 Januari.

Di rumah akan ada banyak kenangan yang terjadi, terkadang itu indah, tapi kadang itu juga agak sedikit menyedihkan, karena disanalah kita dididik sejak kecil, sehingga ketika besar jadi manusia yang tidak kurang ajar gitu. Disini, dirumah ini, sejak kecil dilatih agar menjadi anak yang baik. Dan gak neko-neko, biar kalo dilihat orang bisa nyaman dan adem.

Oleh karena itu, aku sebagai anak sebisa mungkin jangan berprilaku yang aneh-aneh deh, biar jangan sampai kejadian suatu hal yang membuat kedua orang tua merasa malu menghadapi anak seperti aku.

Setiap kita pasti memiliki Rumah yang istimewa, dan sejauh apapun kita pergi pasti akan kembali juga kan. Bahkan bagi yang merantau ketika kembali kerumah, rasanya itu sudah tidak ingin keluar rumah itu. Begitu juga dengan saya, bisa dikatakan saya malah gak pernah keluar rumah, selama Ramadhan ini bisa dihitung berapa kali saya keluar rumah. Sisanya ya saya habiskan dengan duduk dirumah, ataupun sekedar bantu-bantu bapak dirumah. Udah itu aja,,

Itulah sepenggal cerita tentang rumah, Tempat kita kembali.

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.