Skip to content

Cerita Ramadhan : Malam Kesepuluh, Buka bersama FOSSIL

Oke, ini ceritanya diundang oleh salah satu orma di kampus aku, yapp namanya FOSSIL (Free Open Source Software Interest League), organisasi ni ngajarin aku banyak hal. Salah satunya jadi tukan fotokopi, yappp, kerjaan tukang cetak, tukang tempel brosur biasanya dapet aku. Tapi, kalo diminta untuk desainnya ampun dahhh.

Sesi buka bersama yang sebelumnya sepertinya belum pernah ada di FOSSIL, kali ini diadakan, mastah-mastah yang biasa bertapa bermunculan, seperti mas Ageng, mas Obet, mas Ganang, dll.

Selain acara buka bersama ternyata ada agenda lain yaitu shalat berjamaah, yakkkk. Buka bersama tanpa shalah bareng-bareng juga itu seperti ada yang hilang. Jadi biar tetep berkah ada shalat barengnya. Tidak sampai disitu, ternyata ada sesi perkenalan pengurus baru. Whattttt?? jadi udah 2 periode aku ninggalin organisasi ini yakkk, eh satu dengg. FOSSIL udah ganti nahkoda baru, ya moga aja dengan nahkoda yang baru ini membuatnya menjadi semakin maju.

Gak asiknya adalah sekarang punya julukan baru yaitu “alumni FOSSIL”, agak gak enak sih sebenernya. Karena itu, saya diminta memberikan sepatah-dua-patah kata dari perwakilan alumni. Waktu itu para mastah pada belum dateng,, yess selamat gua,, hahahaha. Oke ini yang gue sampaiin waktu itu :

Tak terasa ternyata sudah lama saya meninggalkan organisasi ini, begitu banyak perubahan yang terjadi. Dan kita akan merindukan masa-masa itu, masa ketika cetak-cetak sertifikat. Begadang cuma buat ngurusin keperluan orang lain aja.

Tapi, jangan lupa, kita disini bukan hanya untuk berorganisasi, jangan lupa belajar. Jangan terlalu berharap ketika masuk ke FOSSIL anda akan langsung jago, karena sebenarnya FOSSIL hanyalah wadah yang menampung kalian, jadi ada baiknya ketika dirumah kita mengolah kemampuan kita masing-masing. Tunjukin kalo selain organisasi FOSSIL juga keren dari keilmuan.

Ok, itulah sedikit yang bisa saya ingat, karena saya lupa,, wkwkwk. Pesan-pesan itu jika dilaksanakan insyaAllah akan berbuah manis, jika tidak ya tidak apa-apa. Jadi sebenarnya kita kan gak pernah berhenti buat belajar kan. Yapp, kita tidak akan berhenti belajar. Termasuk belajar untuk memahamimu, (ciyeeeee, sopo??).

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.