Skip to content

Cerita Ramadhan : Malam Ketiga, Malam yang memusingkan

Tarawih dibulan ramadhan merupakan suatu kesenangan tersendiri ketika bulan ramadhan. Diindonesia sendiri ada beberapa versi tarawih yaitu ada yang 11 rakaat dan ada yang 23 rakaat. Semua itu yang membuat islam diindonesia beragam. Walaupun seperti itu, kita harus tetap menghargai pendapat dari setiap orang.

Kebetulan tarawih ini gue gak jauh2 karena mesjid disamping kos sudah ada, asik sih, jadi tak jauh2 kalo mau tarawih ataupun shalat.

Tarawih di mesjid Nurul Hidayah puluhdadi menggunakan 23 rakaat, dan itu lumayan ngebut. Kurang tahu alasan kenapa terburu-buru, kenapa tidak santai saja dilakukan shalatnya. Tapi karena mengikuti imam sampai akhir lebih utama maka, ya diikuti saja dengan ikhlas.

Malam ketiga ini kepala terasa pusing dari siang hari, entah itu karena terlalu banyak tidur atau bagaimana, tetapi kepala seperti tidak mau tegak. Ditambah lagi adanya batuk yang semakin membuat kepala ini terasa pusing.

Karena batuk yang seperti itu, malam hari butuh minuman dan snack agar lebih fit lagi. Ditambah dengan kabar dia yang disana, membuat kepala lumayan segar. Sedikit demi sedikit mulai memberi kabar serta saling komunikasi agar lebih baik. Dia berkata :

“Kuncinya di komunikasi yang baik…”

So, jadi lebih semangat. Jadi buat yang LDR-an jangan bersedih, akan ada masa dimana engkau akan lebih bahagia karena LDR itu tidak menjenuhkan, tapi bisa jadi sarana kita menjadi lebih bahagia. Semangat ya, dan selamat berpuasa! :*

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.