Skip to content

Dibawah langit yang sama

Perlahan matahari mulai tenggelam, pertanda akan datangnya sang malam. Ini merupakan fase dari salah satu tugas matahari yang selalu menerangi bumi dengan cahayanya yang penuh dengan berjuta manfaat. Aku masih terpaku menatap langit yang perlahan cahaya birunya mulai hilang dan perlahan digantikan oleh cahaya mega merahnya pertanda bahwa siang akan berlalu. Bagi siapa saja yang pernah memperhatikan dengan benar-benar mengenai proses kejadian alam ini, pasti sudah benar-benar mengerti tentang apa arti dari kehidupan sebenarnya.
Sejenak melihat kejadian alam menjadikan diri kita akan lebih dalam lagi dalam mengenal kehidupan ini. Seperti juga aku, yang masih begitu perlu banyak belajar lagi. Aku akan selalu berusaha menatap senja itu dan mencari-cari apa sebenarnya makna yang tersembunyi didalamnya.

Karena jika kita terbiasa melihat yang jelas didepan mata dan tak mampu melihat lebih jauh kedalam maka aku gak akan berkembang, yang ada malahan aku bakal diam ditempat. Padahal hidup ini ya harus terus move, terus gerak dan jalan.

Senja, denganmu aku bisa terpaku sejenak menatap perubahan alam ini, sejenak aku bisa meluangkan beberapa waktuku untuk mengingat kejadian-kejadian apa saja yang pernah terjadi kala waktu matahari itu mulai tenggelam. Aku tak mengerti mengenai apa arti sebenarnya dari senja, apa yang dirasakan setiap orang mengenai senja, tetapi yang aku rasakan saat menatap senja hari, yang kuingat hanya kumpulan-kumpulan penyesalan yang perlahan mulai hilang layaknya matahari yang tenggelam, tetapi esok paginya terbit lagi dan begitu terus, hilang dan muncul kembali.

Seolah diri ini sedang dipermainkan dengan permainan yang begitu halus, karena permainan ini bukanlah mainan ketika kecil dulu yang jika kita lari, kesandung dan terjatuh lantas terluka, kita tak pernah merasakan bingung ataupun tak mengerti kenapa kita terluka, ini luka yang penuh dengan ketidak jelasan. Luka itu bukanlah luka yang nampak jelas diluarnya, melainkan luka yang bisa membuatmu menjadi orang yang tegar, karena berusaha menyembunyikan segala kesedihanmu. Luka yang bisa membuatmu tersenyum pada dia dan siapa saja yang melukaimu.
Luka yang kamu teringat akan dirinya bukannya semakin sembuh, tetapi luka itu serasa semakin lebar, perasaan tidak terima, perasaan ingin balas dendam dan bahkan perasaan untuk melampiaskan kesemuanya itu. Lantas apakah selalu setiap senja hanya akan datang perasaan-perasaan kita yang dipermainkan, apakah kedatangan senja hanya selalu berkutat mengenai patah hati?

Apakah senja begitu bersalah sehingga dia layak dipersalahkan, apakah jika suatu ketika terjadi kejadian indah kala senja itu lantas engkau mengatakan “Senja, hadirmu mendatangkan sejuta kebahagiaan”, atau engkau akan mengatakan “Senja, luka yang engkau hadirkan belum juga sembuh, tetapi engkau sudah menambahnya dengan luka yang baru”.
Senja tidak bersalah, dia bukan hanya sebagai pelampiasan kesedihan banyak orang, tetapi sebenarnya senja itu ingin menunjukkan jika aku dan kamu saat ini sedang menyaksikan suatu hal yang sama, menunjukkan jika sebenarnya kita itu hidup disatu atap yang sama.

Jika memang kita dipisahkan, tentunya masih berada dilangit yang sama. Ya sama, langit kita sama, bahkan sampai kita matipun, langitnya tetep sama. Tapi apakah kita menyadari jika kita sebenarnya ada untuk bersama? Apakah jika kita dipisahkan lantas kita pasti berpisah? Begitu juga apakah jika kita dipersatukan, kita benar-benar bersatu?
Tentunya akan tetap ada yang namanya perbedaan, yang mungkin terlalu sulit untuk dimengerti dan bahkan mungkin terlalu rumit juga untuk dijelaskan. Itu mengapa terkadang luka itu muncul tanpa sebab, ataupun jika sebabnya ada, tetapi rasa yang dirasakan pastinya tak bakal bisa benar-benar menunjukkan rasa yang sebenarnya.

Karena ketika kita berada ditempat yang sama, lantas apakah kita benar-benar berada ditempat yang sama? Bukankah jeruji-jeruji yang menghalangi aku dan kamu bersatu itu tetap ada, bukankah semua yang kita lakukan juga bakal bisa jadi pemicu yang suatu saat kelak akan memisahkan kita lagi.

Setidaknya jika kita berada dilangit yang sama, maka usahakan kita memiliki visi yang sama, serta misi yang akan kita jalankan bersama juga, karena seperti kata orang-orang, melakukan hal bersama-sama itu akan menjadikan pekerjaan akan lebih ringan, tetapi disini bukan hanya mengenai membagi satu pekerjaan menjadi banyak, melainkan menentukan kerja masing-masin, sehingga akan tercipta sebuah sinergi yang akan menyatukan kita.

By Andriyas Efendi
Pekanbaru

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.