Skip to content

Hi, aku Firdha

29 Juni 2019, aku terlahir di dunia, pada pukul 15.15 aku mulai melihat indahnya dunia ini. Dengan tangisan yang begitu kuat, aku mencoba memanggil siapapun yang ada disekitarku, aku ingin didampingi oleh mereka. Lalu hadirlah seorang pria dengan gugupnya berusaha mendekatiku dan berusaha menyentuhku. Hi, ayah! aku telah terlahir kedunia, aku adalah buah hatimu. Maka rawatlah aku, bimbinglah aku dan temanilah aku untuk menapaki jejak kehidupan ini.

Ketika ku lahir, aku dengan berat 2,75kg tidak lebih dan tidak kurang. Ibuku masi terbaring karena pengaruh obat yang di masukkan kedalam tubuhnya, aku harus sekali lagi berpisah dengan keluargaku, aku harus melalui perawatan selama kurang lebih 5 hari. Ini bertujuan agar tubuhku bisa terus sehat dan tumbuh dengan baik. Bolak-balik ayahku datang menjengukku, menyentuh pipiku dan membelai kepalaku. Ayah, aku ada disini bersamamu.

Ku tahu, ayah juga memikirkan ibu, dia harus bolak balik demi memastikan aku dan ibuku dalam keadaan sehat.

Ayah, engkau tahu saat aku bertemu dengan ibu, aku senang sekali, aku ingin langsung didekapnya, dengan susah payah ibu berusaha untuk memberikan ASI kepadaku, lalu sedikit demi sedikit aku mulai merasakan nutrisi yang berasal dari ibuku. Rasanya enak sekali, dibandingkan dengan susu formula yang dibuatkan oleh kakak-kakak perawat itu. Aku ingin terus meminumnya, tetapi aku butuh belajar untuk bisa dengan lancar bisa menikmati ASI yang diberikan oleh ibuku.

Ayah, Ibu, Sekarang aku sudah disini bersama kalian. Aku sudah hadir melalui hari-hari bersama kalian, kita sudah menjadi sebuah keluarga kecil.

Ayah, Ibu, sekarang panggil aku dengan nama “Firdha Mufida Yasri“.

by AESP 12 Juli 2019 22:10 WIB

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.