Skip to content

Jalan terus

Dalam setiap aktifitas tentunya akan ada dimasa kita akan merasa kalau kegiatan yang kita lakukan gitu-gitu aja, atau istilahnya karena terlalu banyak melakukan aktifitas yang sama maka akan timbul rasa jenuh. Jenuh kerap kali akan menjadi sebuah pemicu seseoarang akan malas dalam melakukan suatu hal, ini dikarenakan biasanya orang yang suka jenuh merupakan orang yang suka dengan perkembangan, dan karena merasa diri ini tidak berkembang sama sekali, maka muncullah rasa jenuh itu.

Jenuh bukan hanya melulu mengenai pekerjaan, atau aktifitas harian, bahkan dalam membina sebuah hubungan, tentunya pasti akan pernah disatu titik tertentu kok merasa kalo kita kok gini-gini aja, chatting, telfon, and dll. Itu-itu aja aktifitasnya. Nah, ini juga berbahaya, bagi yang gak tau cara ngendaliinnya ya ujung-ujungnya bakalan diam gitu aja.

Lalu apa iya diam merupakan solusi yang bakal jadi yang terbaik? Ingat disini yang kita fikirkan bukan hanya mengenai yang terbenar ya, tapi apa itu yang terbaik. Apa gak ada solusi lain? Tentunya ada, tapi mungkin akan berbeda solusi bagi setiap orang. Ini dikarenakan kan yang ngejalani juga orang yang berbeda, itu mengapa masalah yang dihadapi oleh pasangan biasanya pasangan tersebutlah yang paling mengerti apa solusi terbaiknya.

Tapi perlu digaris bawahi juga, kalo seandainya solusi akhir adalah pisah, maka itu bukan solusi sebenarnya, itu hanya sebuah pembenaran untuk lari dari masalah tersebut. Tak ada luka yang tak terobati, tetapi luka tersebut tersisa apakah masih membekas atau tidak. Terkadang rasa sakit itu sudah hilang, tetapi bekas-bekasnya masih terlihat nyata.

Jalan terus, merupakan sebuah langkah untuk selalu berusaha maju kedepan, untuk selalu menjalankan semua apa saja yang selama ini dipercayai baik awalnya, maka lanjutkanlah sehingga akan bertemu bahwa keyakinan kita akan kebaikan itu benar-benar terjadi.

Apa yang menjadi keyakinanmu diawal tentunya sudah engkau pertimbangkan baik dan buruknya, jangan hanya baiknya saja ya, tentunya sedikit demi sedikit harus memulai untuk melihat apa saja yang buruk, jadi kalo seandainya kejadian bener yang buruk ya gak begitu kecewa, karena sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan tersebut.

Menjalani lagi semua yang engkau yakini baik itu juga merupakan sebuah tanda ataupun bukti akan kesetiaan yang engkau miliki, ini bukan hanya soal cinta, tetapi dalam berbagai hal, kesetiaan merupakan sebuah parameter apakah sebenarnya hidup seseorang memiliki makna atau tidak.

Bahkan setia disini bisa menghancurkan benteng-benteng rasa gengsi yang selama ini biasanya muncul dalam diri manusia. Misalnya, pernahkah terbayang ketika seorang majikan memiliki pembantu yang meskipun digaji tidak terlalu besar tapi begitu ikhlas memberikan yang terbaik untuk sang majikan.

Oke, mungkin contoh itu terlalu viral, bagaimana dengan seorang sahabat yang selalu setia hadir untuk teman-temannya. Bukankah itu juga merupakan sebuah kesetiaan yang begitu berharga, pernahkah terfikir oleh kita bahwa menerima keadaan diri kita yang begitu banyak kekurangan ini, dan ada orang yang mau dan ikhlas bersama kita dalam situasi apapun.

Nah, apapun kejadian yang dialami seseorang tentunya akan disangkut pautkan dengan semua yang terjadi di masa lalu, begitupun mengenai kesetiaan ini. Hati-hati dalam mengelola dan menjaganya, karena kebanyakan orang ketika sekali saja dikhianati maka selamanya dia tidak akan pernah percaya lagi.

Nah, ketika sudah merasakan yang namanya menderita karena rasa setia yang dipertaruhkan, solusinya ya “Jalan Terus”. Karena sang waktulah yang akan memperbaiki semua rasa sakit itu, dan menjadikannya sebuah kebahagiaan yang jika di renungi merupakan suatu yang berharga melebihi dunia dan seisinya.

Dari sebuah untaian canda yang terselip antara aku dan kamu. AESP

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.