Skip to content

Lama tak berjumpa, apa kabar?

Satu demi satu rangkaian peristiwa terlibat dalam diri kita, ada yang membawa hal positif, tetapi banyak juga yang negatif. Layaknya air yang mengalir, terkadang menghadapi hambatan yang tidak kecil yang menjadikannya harus menyimpang dari jalur yang seharusnya. Begitupun aku, disini entah berbagai macam peristiwa yang udah terjadi beberapa waktu ini. Membuatku tak bisa menuliskannya dengan detail, entah itu karena terlalu pahit, atau bahkan sudah tidak peduli lagi terhadapnya.

Apa kabar? kalimat pembuka setiap pertemuan dengan seseorang yang sudah lama sekali tanpa ada kabarnya, jangankan menemuinya sekedar menatapnya dalam rindupun sudah tidak pernah lagi dilakukan. Seperti layaknya debu yang beterbangan yang meskipun berpindah dari satu tempat ketempat lainnya, dia seperti tak pernah lagi mengenal dari mana dia berasal. Begitu juga ketika kita sudah merasa tidak peduli terhadap seseorang, tidak lagi menginginkannya, tidak lagi merindukannya, dan bahkan semacam tak lagi menjadikannya dia seorang yang pernah singgah dalam hidup kita. Tiba-tiba, kita bertemu dengannya, lantas semacam entah tak tahu lagi siapa dia, dan merasa pangling(orang jawa), apa iya dia yang pernah kukenal?

Sepertinya sudah cukup ya opening galaunya, ok jadi gini, kan beberapa waktu yang lalu aku ketemu dengan temen2 yang udah lama banget gak komunikasi, karena kebetulan inikan lagi banyak2nya temen yang nikah, so jadinya temen2 yang hilang itu tiba2 bermunculan kembali. Jadinya, ya gitu, dia dia yang dahulu kenal kita, akrab dengan kita, bahkan bagian hidup kita, satu demi satu mulai kembali membuka lembaran-lembaran kisah kita semua yang kalo di ceritakan dan dituliskan mungkin bisa jadi sebuah kalimat yang tak berujung dengan kenangan.

Lalu, pas ketemu itu kadang ngerasa agak aneh sedikit, iya sedikit, kita semacam bukan teman lama, melainkan ya semacam baru kenal aja gitu, jadinya kita kok malah canggung, bingung mau mulai dari mana, mau dibawa kemana gitu hubungan kita selanjutnya. Nah, berbagai macam cara bahkan strategi digunakan agar kita bisa kembali akrab dengannya. Cara-caranya itu yang kadang entah kenapa kok kayaknya beda-beda ya tiap orangnya, ini yang unik dan sometimes, bikin kita pusing 8x keliling, iseng-iseng coba nyari apa iya bertanya kabar temen kita itu memang cara terbaik, atau sebenarnya ada cara yang lain yakkk. Ok, kita riset sekarang.

Cari Topik pembicaraan

Mulailah cari bahan apa yang kira-kira perlu kita bahas dengannya, kita bisa ceritakan apa aja yang udah kita lakukan, dan bahas bersama dengannnya, atau coba cerita tentang keadaan yang terjadi disekitar kita. Jika kita bertemu dengannya ketika momen kondangan, mungkin kita bisa sama ngomongin si mantennya, siapa mereka, dapet jodoh darimana, n seperti apa, sehingga pembicaraan kita nantinya bisa lebih luas, gak hanya sekedar aku dan kamu, melainkan bisa melebar kemana-mana. Bahkan, kita juga bisa bicarain tentang hobi masing-masing, dan bisa jadi dari situ kita bisa nemu sebuah titik temu yang bisa bikin kita makin dekat lagi dengan mereka.

Siapin jawaban pertanyaan

Kalo ini si, biasanya udah pada  nyiapin kan ya, pertanyaannya standar, apa kabar, pergi sama siapa, kerja apa, tinggal dimana, udah nikah belum, atau bahkan bisa lebih serem lagi. Jangan lupa, coba tambahkan pertanyaan untuk keluarganya, ayah ibunya, adek kakaknya, sehingga lebih personal, dari sanalah kita bisa memulai untuk semakin dekat lagi dengannya. Usahakan menjauhi hal-hal yang kemungkinan tidak disukai, semacam pertanyaan kenapa putus sama dia, atau kenapa belum menikah. Hal-hal itu berpotensi menimbulkan konflik diantara kalian.

Nostalgia masa lalu

Coba ingat kembali masa-masa yang lalu, berikan dia kenangan kenangan indah ketika bersamanya, hal-hal iseng yang pernah dilakukan dengannya. Hal ini bisa mengingatkan kita lagi bahwa ternyata kita pernah akrab dengannya. Dan ini adalah sebuah strategi yang bagus banget, apalagi kalo buat ngajakin dia balikan.

Berikan dia kesempatan bercerita

Perlu diketahui, kita dan teman lama kita itu sedang proses membiasakan diri kembali, janganlah kamu saja yang bercerita panjang lebar tentang pengalamanmu, coba berikan dia jeda sehingga dia bisa mencoba menceritakan kisah hidupnya sendiri. Karena memang bisa saja mereka akan selalu mendengarkanmu, tetapi akan sayang sekali bukan, kamu jadi gak tau apa2 tentang mereka kan ya.

Siapkan mental jika bertemu dengan mantan terkasih

Huuuuiiihhh, lagi-lagi ini dia yang perlu strategi khusus. Inilah sebenarnya resiko dekat dengan dia yang begitu kita kenal, bahkan bisa jadi sahabat baik kita, karena ketika kita sudah berpisah, kebanyakan mereka tidak akan bisa lagi seperti dahulu. Lalu, sikap dewasa sangat diperlukan untuk menangani masalah yang satu. Cobalah untuk bersikap biasa saja, gak perlu terlalu benci, ataupun terlalu ngarep, anggap saja kita seperti teman biasa, gak perlu terlalu ramah, gak perlu juga terlalu cuek, bersikaplah sewajarnya saja. Ini tujuannya bukan bikin dia nyesel udah ninggalin kita, tapi kita lebih menegaskan bahwa keputusan kita ini adalah keputusan terbaik, dan kita bahagia dengannya.

Nah itulah tadi sedikit tips yang sebenarnya sedikit banyaknya sering saya lakukan, beberapa bahkan sering sekali saya lakukan, karena meskipun mungkin akan sangat canggung, tetapi itu sedikit banyaknya membantu sekali dalam hal berkomunikasi dengan masa lalu.

Diselesaikan dikamar gelap gulita, dengan hape yang celentang-celentung*, oleh Andriyas Efendi, 22 Agustus 2017 21:11 WIB

*Akhirnya ada yang hubungi saya

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.