Skip to content

Lembaran Baru

Kisah lama telah terjadi, lembaran lembaran kehidupan mulai tertata, baik dengan rapinya atau bahkan berantakan tak beraturan. Sepertinya sudah saatnya bagiku untuk kembali memulai semuanya lagi. Tinggalkan yang lama, ambil baiknya, lalu coba kembali membuka hati ini untuk sesuatu yang baru. Karena kertas-kertas masa lalu itu sudah mulai pudar, dan mulai luntur, jadi harus diganti dengan kertas yang baru, bukanlah meninggalkannya melainkan aku harus menulis kembali lembaran hidupku, agar lebih menjadi manusia yang mampu berkembang dan tidak berhenti ditengah jalan saja.

Belakangan ini tersirat didalam benakku, kalo sudah saatnya aku memulai semuanya, mempersiapkan semuanya, menjadikan semuanya langkah awal untuk memulai sebuah kisah yang begitu abstrak. Kisah yang tak diketahui akan seperti apa, rahasia masa depan, rahasia semua yang akan terjadi padaku. Aku harus mulai menyiapkannya.

Lalu apa ni yang harus aku lakukan, iseng-iseng nyari di Mbah Google, Hasil pencarian pertama langsung menunjukkan Lagunya Ibu Desy Ratnasari “Lembaran Baru”, Wehh ini kok serem ya, dengerin lagunya, tonton videonya.

Dari videonya aja kayaknya sedikit memberikan tips kan ya, langkah yang seharusnya dilakukan ketika memulai membuka lembaran baru. Sepertinya harus gue lakukan ini, biar tidak terjadi kegagalan-kegagalan seperti sebelumnya. Timbun semuanya dalam-dalam, agar dia tidak tersiksa dengan kenangan-kenanganku dikala itu.

Semoga lembaran baru kali ini tak lagi menorehkan luka.

Ditulis di Sungai Kuning, desa kecil yang luas, diisi oleh balutan-balutan rindu yang harumnya semerbak sepanjang jalan desa. Oleh, Andriyas Efendi 22 Agustus 2017 21:36

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.