Skip to content

Mawar dan melati yang bertaburan

Datang akan pergi, terbit kan tenggelam, pasang akan surut, bertemu akan berpisah. Sebait lirik yang menyayat hati bagi siapa saja yang pernah merasakan sebuah pertemuan dan akhirnya terjadi sebuah perpisahan. Sedih tentunya ketika semua itu terjadi, dan hanya setitik air mata yang bisa terurai.

Siang ini, kota jogja terasa begitu panas, matahari seolah sedang benar-benar memancarkan cahayanya. Tetapi banyak kesedihan yang terjadi, tetangga disekitar kos aku ada yang meninggal, tangis haru serta bacaan Al-Qur’an berseru-seru, seolah ingin menunjukkan sebuah tragedi bahwa setiap yang hidup pasti akan mati. Fenomena itu sudah menjadi sebuah sunatullah, ini sudah takdir, ketika suatu hal sudah sampai ajalnya maka tidak ada satupun yang bisa menghalanginya. Tidak pandang bulu siapa itu, akan tetap merasakan sebuah kematian.

Aku hanya bisa tertunduk ketika melihat jenazah yang hanya menggunakan kain kafannya, tiada daya lagi, semua yang dimilikinya akan ditinggalkannya. Orang yang disayanginya akan ditinggalkan begitu saja. Semua harta yang telah ia cari, akan ditinggalkan begitu saja. Hanya ada 3 hal yang akan selalu mendampinginya diruangan kecil didalam tanah tersebut.

Tiada bekal yang akan dibawa melainkan 3 hal, yaitu Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak yang shaleh. Tentunya 3 hal tersebut tidak semata-mata hanya begitu saja ikut dengan jenazah dan setia mendampinginya. Ke3 hal tersebut harus benar-benar diusahakan, dan itu tentunya tidak mudah untuk dilakukan.

Kepergian orang yang telah sampai pada ajalnya tentunya akan menjadi pengingat bagi siapa saja yang masih hidup, ini harus terjadi. Karena itulah salah satu pengingat akan kehidupan yang sebenarnya, bukan didunia ini, melainkan akhirat kelak yang kekal.

Jenazah itu terbaring lemah tiada daya, hanya orang-orang yang disayanginya dahulu lah yang membantu menguburkannya. Langkah demi langkah menuju tempat peristirahatan terakhir, diiringi oleh tangis-tangis dari keluarga tercinta, serta taburan bunga-bunga mawar serta melati yang mengeluarkan wangi yang khas.

Jika bagi sebagian orang bunga-bunga tersebut menjadi simbol tentang cinta, kali ini bunga-bunga itu berubah menjadi sebuah kesedihan-kesedihan yang mungkin berasal dari orang-orang yang dicintainya. Ketika bunga-bunga itu sudah bertaburan, maka sedikit demi sedikit jenzah tersebut akan segera sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.

 

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.