Skip to content

Menunggu, tapi Apa yang ditunggu?

Setiap orang pasti pernah menunggu, yapp menunggu, kegiatan yang sebenarnya membosankan, tapi pasti akan terjadi. Karena hampir semua aktivitas hidup ini rata-rata kebanyakan menunggu. Menunggu teman, menunggu sms, menunggu chat, atau menunggu kerjaan, atau menunggu apa aja deh.

Ada yang beda dengan beberapa hari ini, baru 1 hari sebenarnya. Ditulisan sebelumnya aku cerita tentang Masih Disini Masih menunggumu , tapi apa sekarang masih nunggu? sepertinya enggak, semua itu rasanya udah hilang, rasanya hampa.

Pagi hari tadi waktu aku bangun, rasanya ada yang hilang gitu rasanya, biasanya setidaknya walau cuma dikit ada yang ditunggu chatnya,  meskipun tidak chat tapi senyum tipis ketika bangun tidur dan teringat akan dirimu. Tapi aku gak tau kenapa pagi ini udah gak bisa senyum lagi, apa karena semalam semuanya udah serasa berakhir? Tapi apa bener ini memang jalan yang terbaik? apa semuanya ini benar harus terjadi atau ini semua seharusnya masih bisa dipertahankan? ah sudahlah, bingung juga kadang-kadang mikirinnya. Dan juga, kok hujan gak turun-turun ya? aku nunggu hujan lagi ni.

Hai, kamu yang disana? apa iya harus gini? kayak gini po kisah kita? kalo kita nanam jagung, jangankan panen, ini kembang pun belum loh? Sebel, marah, kecewa, emosi, sakit hati, benci, dendam dan semuanya itu hanya pada satu hal dan tertuju pada satu orang saja? apa ini adil bagimu? apa engkau memang pantas aku benci? atau memang aku saja yang terlalu terbawa perasaan? apa salah jika aku bener2 cinta pada seseorang?

Apa karena kita tahu orang itu dahulunya tidak baik lantas kita harus pergi darinya? Apa aku terlalu banyak menuntut darimu? apa selama ini aku banyak maksa kamu? Seingat aku, aku udah berusaha nerimo kamu, ya “just you” aja, gak perlu ditambah embel-embel apaan gitu. Menurutmu ini baik buat aku po? Jujur sebenarnya ini kok rasanya gak adil buat aku ya? Apa memang ini resiko buat aku?? Apa ini yang dikatakan ketika kita jatuh cinta maka kita juga harus siap-siap terjatuh?

Kan gak seperti itu juga ya, apa memang semuanya harus kayak gini? Egois banget kamu ya,

Tapi hari pasti berganti, minggu pasti berubah, bulan dan tahun juga pasti akan kita lewati, tinggal bagaimana kita mau memandang masa depan. Hidup ya harus hidup, tak perlu kita selamanya bersedih, karena mungkin yang sedih ya cuman aku, kamu disana belum tentu kan sedih? atau bahkan udah lupa gitu aja, kayak gak terjadi apa2 kan?

Aku minta maaf kalo ini terlalu kasar buat kamu yang ternyata gak seperti yang aku kira, apa ini bener atau salah? aku gak tau, ini cuma luapan rasa aku aja, terkesan melow dan lemah, bahkan kayak anak kecil yang gampang ngambek, tapi ini luapan rasa kecewa, ya karena kayaknya ini gak adil banget dilakuin ke aku.

Kalo gini kan aku jadi males lagi jatuh cinta??

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.