Skip to content

Meski kau terus sakiti aku

Hari gini ngomongin patah hati? Klise banget kan ya,, kayaknya udah basi banget gitu, dijaman yang serba modern kayak gini kok masih juga ada bahasan tentang sakit hati. Sebenernya ini niat nulis atau pengen bergalau ria aja? Nah pertanyaan itu yang seringkali hinggap dikepalaku, seolah mengaung-ngaung untuk segera diungkapkan. Entah mengapa kalo sudah berbicara soal sakit hati tentunya kita tiba-tiba akan merasa menjadi orang yang paling tersakiti. Bukan cuma sekelas patah hati loh, tapi bahkan bisa dikategorikan kedalam sebuah patah hati yang begitu dalam, bahkan menjadi patah hati yang terdalam.

Seperti juga sumur, tentunya pasti memiliki dasar. Begitu juga diri ini, sedalam apapun yang kita rasakan pasti suatu saat akan muncul sebuah titik dimana kita sudah tak merasakan lagi apa itu patah hati atau bagaimana rasanya tersakiti. Karena dia yang sudah terbiasa patah hati, maka sakit itu sudah tak dirasakan. Begitu juga tangisan, mereka yang sudah terbiasa menangis, lama-kelamaan yo pasti bakal jadi lebih strong. Itu lah mengapa jika engkau masih merasakan semua perasaan itu, bersyukurlah, itu artinya engkau masih memiliki perasaan dan rasa sakit.

Rintik-rintik hujan jatuh kebumi, dengan alunan suara yang begitu merdu untuk didengarkan, begitu indah untuk dikenangkan dan begitu sakit untuk dirasakan. Ada berjuta manfaat serta keuntungan yang didapat ketika hujan turun, seperti ketika saatnya pulang kerja dan ternyata hujan, pasti yo beruntung kamu masih dikantor jadi ya gak kehujanan kan.

Lalu apa hubungannya dengan lagu yang ada liriknya “Meski kau terus sakiti aku”, nah sebenarnya apa iya kalo cuma kita yang tersakiti? Atau jangan-jangan malahan dia yang menyakiti bahkan merasakan rasa sakit yang lebih dalam. Tetapi, seperti drama kebanyakan serta kejadian yang telah terjadi disekitar kita, tentunya biasanya yang bersalah adalah orang yang begitu egois dan bener-bener gak mikirin maunya orang lain gimana.

Itulah kenapa Tipe-X dalam sebuah lirik lagunya menyebutkan, “Caci aku, maki aku, sakiti aku, tapi jangan diam”. Bentuk rasa sakit dari yang paling sakit adalah “didiamkan”, pernah ngerasain? Tentu lebih sering lah ya, iya dia yang didiamkan akan benar-benar tersakiti, karena akan dibiarkan didalam ketidakjelasan yang bener-bener tidak jelas. Itulah mengapa sampek ada muncul lagi film sekuel “AADC”, ini mau nunjukin kalo sebenarnya cowok itu ya tukang PHP (didalam film).

Kalo dikehidupan nyata? Wooohh berani bilang begitu mungkin belum ketemu saya kali ya, (sombong). Bukan gitu, tapi tak semua laki-laki seperti itu, bahkan para mbak-mbak ni bakal lebih sensi ketika sang cowok tiba-tiba menghilang ataupun tiba-tiba kok jarang ngehubungi. N bakalan disangkut pautin tu sama filmnya.

Bukannya ini melakukan pembelaan, tapi tidak semua laki-laki, bersalah padamu. Contohnya akuuuu, (nyanyi). Kalo itu tadi lagunya Meggi Z ya. Intinya adalah, selektif lah dalam menilai seseorang, jangan hanya karena kegagalan yang diakibatkan seseorang eh malah kita jadi salah menilai. Bisa jadi, orang lain akan berbeda kan ya.

Lalu terkadang ada rasa sakit yang mengharuskan kita untuk bertahan, “Kucoba tuk bertahan, dalam kisah ini”, lagu lagi yaa, iya bertahan, ini seperti sebuah karang yang berusaha berdiri tegak karena diterpa ombak yang begitu keras, ataupun seperti tiang bendera yang berusaha tetap berdiri meskipun terhuyun kesana kemari dikarenakan angin yang begitu kencangnya. Bertahan bukanlah yang mudah, akan ada begitu banyak perjuangan serta yang akan dikorbankan. Eh mungkin belum kefikiran apa yang kamu perjuangkan dan kamu korbankan? Sekilas memang tak kasat mata, tetapi jika kita lebih teliti lagi, pasti ya bakalan jelas ketahuan itu apa yang sebenarnya sedang menimpa kita dan sebenarnya akan bagaimana yang akan terjadi pada kita.

Seperti yang sering aku sampaikan, bahwa tidak ada kerugian bagi orang yang sabar, ini sebenarnya bukan nasehat buat orang sih, tapi lebih kepada buat diri aku sendiri, lha gimana, aku ini lo bukan tipe orang yang sabar, aku kalo ada yang jahat sama aku ya tak pencak-pencak. Apalagi kalo dia itu semena-mena, jangan sampai aku terbakar cemburu (eh). Karena pasti gak enak, baik di aku dan kamunya (bukan curhat), tu makanya kamu jangan lagi buat aku tersakiti (lagi-lagi bukan curhat). Jangan bikin aku diabaikan seolah engkau tak menganggap diriku lagi, karena aku bisa saja tak menganggap dirimu juga (bukan curhat lohh).

Hujan masih saja menerpa sore ini, di pekanbaru dikota tempat aku kembali menjauhkan diri dari desa tercintaku, desa tempat aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang, dan setelah pergi darinya yang terjadi malahan aku seperti hanya objek yang dengan pantasnya akan dijadikan korban dalam setiap kejadian yang begitu menguras perasaan.

Hujan ini turun memberikan jutaan berkah bagi banyak orang, dimulai dari dinginnya udara yang biasanya panas tentunya memberikan kesan sejuk bagi siapa saja. Dan airnya yang insyaAllah bersih akan memberikan kebasahan serta energi baru bagi kehidupan dimuka bumi ini. Meskipun anak-anak lain pada sibuk ngerjain entah apa itu, karena internetnya mati ya aku diam saja dan nulis dikit-dikit. Ya cuman bisa dikit karena mungkin kalo banyak ya bakalan galau lagi yang kejadian kan.

 

AESP

 

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.