Skip to content

Pergi untuk kembali

Belum hilang rasa lelah di tubuh, masih terasa dinginnya udara di ngawi, serta segarnya udara di Sarangan. Semua itu beralu begitu saja tanpa ada sisa-sisa kenangan yang ada, hanya untuk menapaki kaki ini, serta menjadi saksi bahwasanya aku pernah tiba ditempat itu.

Pergi, kata yang menyisakan sedikit luka bagi orang yang ditinggalkan, tetapi akan menjadi sebuah pendorong motivasi baru bagi yang akan pergi. Didunia ini ada berbagai macam jenis kepergian. Tetapi anehnya semuanya menyisakan sebuah kesedihan.

Entah itu kepergian seorang anak untuk menuntut ilmu, ataupun kepergian saudara maupun sanak famili untuk bekerja ditempat yang jauh dari keluarga. Itu hanyalah sedikit dari banyaknya kepergian yang ada. Tetapi, setiap yang pergi pasti akan kembali. Hanya saja apakah yang pergi dan yang kembali suatu hal yang sama atau berbeda?

Tahun 2011, aku memutuskan untuk pergi menuntut ilmu ke Jawa, entah dimanapun itu, yang aku tuju yang penting di Jawa. Itu aku lakukan agar sedikit demi sedikit aku ingin melihat, seperti apa sebenarnya Jawa itu. Ingin tau letaknya, manusianya serta apapun itu yang berkaitan dengan Jawa. Itu mengapa aku begitu kekeuh ketika meminta izin kepada orang tua untuk melanjutkan sekolah ke Jawa.

Kepergianku keJawa, tentunya dengan niat baik, tetapi tetap saja aku tau sebenarnya ada yang sedih dengan perginya aku ke Jawa, Pacar?? bukan, emmm itu termasuk sih,, tapi sebenarnya kedua orang tua aku pastinya sedih, karena aku tau yang mereka inginkan sebenarnya  cuma ingin dekat dengan anak2nya. Tapi inilah anaknya, yang haus akan ilmu, yang selalu ingin tahu hal baru, yang ingin melihat dunia lebih luas, maka aku selalu berharap untuk merelakan kepergianku.

Setiap kehidupan pasti ada kematian, setiap yang bertemu pasti akan merasakan berpisah. Begitu juga yang pergi, pasti akan kembali. Percayalah, sejauh apapun kita pergi, tetap akan kembali ketempat awal kita memulai hidup, yaitu “Rumah”.

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.