Skip to content

Teman jadi sahabat, sahabat jadi Cinta

Ada kalanya dari setiap kehidupan kita, kita selalu bertemu dengan orang-orang yang ketika kita bersamanya kita merasa nyaman. Salah satu yang biasa kita jadikan tempat untuk selalu bercerita adalah teman. Yapp teman, sebuah kata yang menunjukkan kedekatan seseorang dikarenakan dia pernah berkenalan ataupun biasanya pernah satu kelas dalam sekolah maupun perkuliahan. Tetapi teman lebih luas lagi cakupannya, bisa dikatakan teman adalah seseorang yang kenal dengan kita. Entah itu kita dekat dengannya atau hanya sekedar tau aja. Dalam kehidupan pertemanan biasanya lebih sering melakukan kegiatan bersama, tanpa ada fikiran apapun yang lain-lain.

Terkadang teman juga bikin kita selalu pengin bersamanya, bermain bersamanya bahkan terkadang ingin tidur dengannya (waktu kecil). Saking dekat dengannya teman bahkan kita jadi terbiasa berada dirumahnya, ya sudah seperti dirumah sendiri, berbicara dengan orang tuanya ya biasa seperti bicara dengan orang tua sendiri. Itulah yang menjadikan kenapa teman sangat berharga, karena tanpa disadari ketika bergaul dengan teman kita sudah menjalin sebuah hubungan yang erat. Terkadang teman juga bisa dijadikan sebuah alasan untuk main, ingatkah kita ketika kita kecil dahulu kita rela berpanas-panas, berhujan-hujan cuma untuk bermain dengan teman. Yapp kalau difikir secara logis sekarang, mungkin kita tidak akan mau lagi melakukan hal itu lagi kan. Nah itulah bedanya kita yang sudah besar dengan ketika kita masih kecil.

Ketika kita kecil kita tidak terlalu banyak berfikir, yang kita lakukan adalah sering-sering langsung bertindak. Bukankah akan sangat menyenangkan jika kita seperti dahulu ketika kecil, bertindak hanya untuk kesenangan belaka tanpa memikirkan apapun akibatnya. Ada baik dan ada buruknya hal itu. Teman sangat penting, bahkan teman bisa menjadi penyelamat hidup kita, itu kenapa ketika engkau memiliki teman, jaga baik2 dan perlakukan dengan baik juga agar engkau tak pernah kehilangannya.

Fase selanjutnya adalah sahabat, tidak jauh berbeda dengan teman. Tetapi sahabat bisa dikatakan status untuk teman dekat ketika sudah dewasa. Yapp, orang yang paling dekat dengan kita melebihi dari sekedar untuk bermain, ataupun belajar. Sahabat juga tempat terkadang kita cerita hal-hal yang sensitif kepadanya, curhat soal perasaan, hal-hal pribadi, keuangan, kerjaan, dll. Sahabat ini begitu spesial dihati bahkan lebih dekat dari pacar sekalipun. Sahabat disini berperan sekali terhadap mood kita sehari-hari. Ketika kita memiliki sahabat yang benar-benar care maka kita secara tidak sadar akan menjadi orang yang care juga. Begitu juga ketika kita punya sahabat yang radak-radak sengkleh, bisa jadi kita bakal ketularan sengkleh juga lah yaa. Tetapi, banyak orang yang salah mengartikan arti sahabat, biasanya sahabat cuman kita jadikan tempat kita curhat doank, cuma dijadikan pelampiasan ketika kita kesel atau bahkan sedang patah hati. Sahabat bakal menenangkan kamu, memberikan saran-saran yang baik kepadamu, bahkan berusaha membantu masalah kamu agar kamu bisa tersenyum kembali. Tapi ketika kamu senang, jangan pernah lupakan kalau kamu bisa senang begitu karena ada sahabat yang selalu menemanimu dalam kondisi yang menyedihkan sekalipun.

Tahap terakhir, yappp Cinta. Banyak dari kita yang merasakan nyaman sekali dengan sahabat, jika itu sesama jenis maka tidak akan terjadi apa-apa. Sedangkan ketika itu terjadi pada lawan jenis, yang lama bersahabat. Percaya atau tidak, salah satu diantara keduanya pasti ada yang merasakan getar-getar rasa yang berbeda dengan biasanya, ada yang merasa kalau sudah merasa cocok dengannya dan ingin menjadikan sahabat tersebut menjadi cintanya. Lantas apa yang harus dilakukan kalau ini terjadi? Bukankah cinta juga bisa jadi sarana hancurnya hubungan persahabatan? Banyak juga yang dahulunya bersahabat dan salah satu jatuh cinta dan ditolak lantas mereka tiba-tiba seperti anjing dan kucing yang saling bermusuhan.

Jujur, aku juga sebagai manusia biasa pernah merasakan jatuh cinta dengan sahabatku sendiri. Gak tau kenapa tapi rasanya udah ngerasa enak banget dengannya, tapi rasa takut ntar kalo diungkapkan rasa itu lantas kami gak cocok, kan bisa menimbulkan hancurnya persahabatan. Terus gimana donk, semakin kamu dekat dengannya maka kamu bakal semakin suka. Sekuat apapun kamu menahan rasa terhadap sahabatmu, kalo masih sering komunikasi, dan cerita maka rasa itu tetap akan selalu ada. Terus apakah harus meninggalkannya?? Jangannn,, gak rekomended banget itu, pergi bukanlah solusi yang bisa kamu lakukan, masih banyak cara lain yang bisa kamu lakukan.

Yang aku lakukan sekarang adalah, mencoba untuk dekat dengannya tanpa mengungkit apapun tentang rasa cinta. Tetapi ada progres untuk menyampaikannya ke sahabat kita kelak, dan ketika kita sama-sama siap, apapun keputusan kita apakah bakal bersatu atau tidak, kita tidak boleh kecewa, karena kita tahu kita bertemu dan berpisah adalah untuk satu tujuan, yaitu bahagia.

Andriyas Efendi

Author: Andriyas Efendi

Anak dari petani yang pengin tinggal didesa yang sepi, tapi tetep ada internet yang memadai serta kuota yang unlimited.